Long Weekend Paskah, Yuk Jalan-Jalan ke Kampung Batik Giriloyo

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 02 April 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 408 2387980 long-weekend-paskah-yuk-jalan-jalan-ke-kampung-batik-giriloyo-9TxEDsC0RT.jpg Kampung Batik Giriloyo. (Foto: Instagram @okyarisandi)

KAMPUNG Batik Giriloyo bisa dikunjungi saat Anda berkunjung ke Yogyakarta. Ada apa saja ya di kampung tersebut?

Mengutip laman resmi batikgiriloyo.com, Giriloyo adalah sebuah dusun di bawah kaki perbukitan Imogiri. Suatu bukit yang terkenal di daerah kawasan selatan Yogyakarta karena di sanalah raja-raja kerajaan Mataram Islam dimakamkan.

Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta hanya berjarak 15 km atau membutuhkan waktu tempuh sekira 40 menit.

Giriloyo termasuk dalam kategori daerah terpencil dan berada di kaki bukit. Kendati demikian, suasana khas pedesaan yang sepi dan sunyi menjadi magnet tersendiri di kalangan wisatawan. Ditambah lagi keramahan yang disuguhkan oleh warganya, membuat siapa saja betah berlama-lama berlibur di tempat ini.

Baca Juga: Intip Lokasi Prewedding Aurel-Atta di GBK, Stadion Terbesar Ke-7 di Dunia

Nah, bicara soal warisan budaya, Giriloyo memiliki potensi yang sangat luar biasa. Selain menjadi salah satu pusat gurah tradisional (pengobatan tradisional dengan akar untuk berbagai penyakit saluran pernafasan), Giriloyo juga merupakan sentra dari pengrajin batik di Yogyakarta.

 giriloyo

(Foto: Instagram pesonaid_travel)

Di desa ini, Anda dapat berburu batik, ataupun mungkin ingin belajar tentang proses batik aseli langsung dari para perajin

Bagi pencinta kuliner, Giriloyo juga siap memanjakan lidah Anda. Ada banyak sekali menu makanan khas daerah ini yang bisa Anda nikmati seperti pecel kembang turi, wedang uwuh, rempeyek super gede, hingga sate klathak.

Jadi jangan heran bila Giriloyo menjadi salah satu destinasi wisata yang kini tengah digencarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kembali bicara soal batik di Giriloyo, sebetulnya tidak ada catatan yang jelas kapan kerajinan batik tulis masuk ke kampung Giriloyo. Namun para ahli sejarah memperkirakan budaya batik pertama kali masuk ke daerah ini sekitar abad ke-17.

Kala itu, sebagian besar penduduk masih berprofesi sebagai abdi dalem kraton Yogyakarta yang bertugas merawat makam raja-raja Yogya-Solo yang dibangun di atas perbukitan Imogiri.

"Dari sinilah terjadi interaksi antara kraton dan penduduk, kemudian beberapa tokoh dari kerabat kraton memberikan pekerjaan kepada masyarakat sekitar khususnya ibu-ibu sebagai buruh nyanthing batik," tulis situs resmi batikgiriloyo.com.

Berawal dari kejadian tersebut, penduduk Giriloyo mulai menekuni usaha batik tulis hingga turun temurun. Hasil kerajinan mereka dijual kepada juragan-juragan batik di pusat kota di sekitar Kraton Yogyakarta.

Namun ketika peristiwa gempa menghantam Yogyakarta pada 2006 silam, pemerintah maupun LSM sosial berinisiatif memberikan banyak pelatihan dan mendatangkan banyak ahli untuk meningkatkan keterampilan warga Giriloyo.

Dalam hal ini meningkatkan kemampuan untuk membuat batik jadi dan siap jual serta kemampuan untuk pemasaran. Alhasil, mereka tidak lagi tergantung sepenuhnya kepada juragan-juragan besar di kota, namun tetap menjaga hubungan baik dengan para juragan.

Saat ini ada belasan kelompok batik tulis di kampung Giriloyo dengan koleksi-koleksi batik yang menawan. Anda dapat berburu batik tulis asli di Kampung Batik Giriloyo. Sentra kerajinan batik tulis di Yogyakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini