Awalnya Naik Eskalator Mal, Pemuda Ini Malah Terjebak di 'Alam Lain'

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Sabtu 03 April 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 03 406 2388834 awalnya-naik-eskalator-mal-pemuda-ini-malah-terjebak-di-alam-lain-p3VPM3MypR.JPG Ilustrasi (Foto: Hong Kong FP)

KEJADIAN mistis aneh bin ajaib dialami seorang pemuda bernama Aldy Rimansyah pada bulan Ramadan tahun 2017 silam. Dikutip Okezone dari situs tanya jawab Quora, saat itu Aldy beserta keluarganya sedang jalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung, Jawa Barat.

Mal ini cukup luas dan dari luar terlihat bertingkat empat. Aldy sendiri adalah pengunjung setia mal ini. Hampir setiap hari sepulang kerja, ia selalu singgah ke mal tersebut untuk 'numpang' salat di musala mal.

Awalnya, Aldy berjalan secara terpisah bersama adik perempuannya yang bungsu. Sedangkan ayah dan ibunya berjalan bertiga bersama adiknya yang lain. Ketika sudah mulai menjelang magrib, Aldy berkomunikasi via WhatsApp dengan orangtuanya untuk segera janjian di food court untuk berbuka bersama di sana.

“Ayah, ibu, dan adik saya sudah langsung menuju ke food court untuk booking tempat agar tidak keduluan orang lain, sementara saya dan adik bungsu masih asyik berkeliling di area clothing, yang kebanyakan berada di area lantai 1 mal tersebut,” kata Aldy mengawali cerita.

Setelah puas berkeliling, Aldy dan adiknya naik menuju lantai dua menggunakan eskalator. Di setiap ujung akhir dari eskalator itu terdapat tiang penyangga mal bertuliskan nomor lantai mal tersebut, dan tenant atau toko apa saja yang terdapat di area itu.

Baca juga: Kisah Mistis Macan Gaib Penunggu Alas Purwo

Karena mereka masih berada di lantai dua dan food court berada di lantai empat, Aldy pun mengajak adiknya untuk naik lagi ke lantai tiga sambil melihat-lihat baju menunggu bedug magrib.

Aldy dan adiknya berjalan santai dan akhirnya menaiki eskalator berikutnya. Sesampainya di ujung eskalator tersebut, mereka melihat papan penunjuk bertuliskan '3rd floor'.

Eskalator

(Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

“Dengan santai sambil mengobrol dan berkelakar, kami pun berjalan menuju arah eskalator naik berikutnya. Akhirnya kami sampai di depan eskalator menuju lantai 4,” ucap Aldy.

Namun anehnya, eskalator tersebut mati sehingga Aldy dan adiknya harus naik secara manual.

“Namun ada hal yang ganjil, adik saya cuma diam sesaat dan pandangannya menatap ke langit-langit ujung eskalator. 'Kak.. kayaknya bukan ke sini deh jalannya'," kata Aldy menirukan perkataan sang adik.

Lantaran sudah sering main dan sudah hafal dengan mal tersebut, Aldy merasa percaya diri dan berusaha meyakinkan adiknya bahwa eskalator tersebut akan membawa mereka menuju foodcourt.

Baca juga: Fakta Gunung Emas di Kongo, Heboh Dikaitkan Kiamat

“Ketika sudah sekitar tiga perempat eskalator saya naiki (tinggal sisa 4-5 anak tangga hingga ke lantai berikutnya). Tiba-tiba perasaan ganjil menyeruak ke dalam diri saya, dan saya pun berhenti sesaat. Tiba-tiba dari belakang terasa ada suatu tarikan menarik jaket saya, dan saya pun menoleh rupanya itu adik saya,” kata Aldy.

Adik Aldy tetap bersikukuh jika lantai yang berada di atas bukanlah foodcourt. Aldy akhirnya menyadari keanehan karena lantai empat tersebut gelap tak ada cahaya sedikitpun maupun suara musik mal. Karena was-was dan takut mereka pun turun dan mencari eskalator lain.

Setelah sampai di lantai empat, mereka dibuat kaget dengan foodcourt dengan cahaya lampu yang terang benderang, dipenuhi dengan banyak orang dan musik yang riuh. Sangat berbeda dengan wujud lantai sebelumnya yang mereka lihat tadi.

“Kami berdua tertegun, karena tepat di sebelah eskalator, sebelum pintu masuk food court. Di samping kami ada 'Sign Board' bertuliskan: Third floor: Food Court and Praying Chamber/Resto dan mushola,” ungkap Aldy.

Karena sudah menunjukkan waktu berbuka puasa, Aldy dan adiknya masih dengan rasa kebingungan bergegas menuju keluarga mereka yang sudah sejak lama menunggu.

Seusai berbuka puasa, salat magrib dan bersantai ria, Aldy dan adik bungsunya kembali ke eskalator misterius yang tadi karena masih penasaran.

Baca juga: Kisah Horor Pendaki Gunung Lawu Lihat Penampakan Hantu Bermuka Rata

“Namun aneh, ternyata saat kami turun, papan penunjuk yang kami lihat urutannya berbeda dari semula. Lantai di bawah food court semua sign board-nya menjadi middle floor/lantai 2, dan tidak ada eskalator mati di lantai tersebut,” katanya keheranan.

Rupanya mal tersebut menggunakan kode penomoran dengan ground floor (area parkir) dan basement. Sebelumnya, Aldy salah menghitung lantai basement tersebut sebagai lantai 1 jadi sebetulnya foodcourt tersebut terletak pada lantai tiga bukan lantai empat.

Lantas, tempat apakah sebenarnya lantai empat yang serba gelap, sepi, sunyi tadi?

“Hingga sekarang saya masih sering singgah ke mal tersebut, namun lantai yang hilang itu tak pernah muncul kembali, dan tetap menjadi misteri bagi kami,” kata Aldy mengakhiri cerita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini