Sandiaga Kagum Lihat Pendaki Gunung Sumbing Hanya Pakai Piyama dan Sandal Jepit

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 04 April 2021 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 04 406 2389049 sandiaga-kagum-lihat-pendaki-gunung-sumbing-hanya-pakai-piyama-dan-sandal-jepit-viLh3yvFbg.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (Instagram @sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bertemu wisatawan yang akan mendaki Gunung Sumbing di Jawa Tengah. Sandi kagum melihat semangat para pendaki yang mengaku dari Cikarang, Kabupaten Bekasi tersebut.

“Ketemu dengan wisatawan dari Cikarang yang akan mendaki Gunung Sumbing. Yang membuat saya kagum, ada yang hanya memakai piyama dan sendal. Luar biasa memang pendaki-pendaki Indonesia,” katanya dalam akun Twitternya @sandiuno, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Sederet Kekurangan Nepal van Java di Mata Sandiaga Uno

Sandiaga ikut mengobrol singkat dengan para pendaki. Dalam ungguhan video di akun media sosialnya, Sandi bertanya “targetnya berapa jam sampai ke puncak?”

“Sekitar 6 jam,” jawab pendaki.

Dari obrolan itu terungkap para pendaki ada yang baru pertama kali naik gunung. Tapi, itu bukan soal, yang penting semangat dan tetap menjaga diri hingga ke puncak dengan selamat.

“Hati-hati, semangat, jaga kesehatan, jaga protokol, dan semoga bisa sampai puncak dengan selamat,” Sandi menyemangati pendaki.

ilustrasi

“Kalian nginap di atas, berapa hari?” Sandi lanjut bertanya.

“Semalam aja pak,” jawab pendaki.

Sandi lalu memperhatikan pakaian dikenakan pendaki. Ada yang memakai piyama dan sandal jepit.

Baca juga: Ragam Kuliner Kaya Rempah Khas Negeri Serambi Makkah, Pernah Nyobain?

“Kalau saya kan pakai sepatu treking, ini keren sekali nih,” ucap Sandi sambil menunjuk ke kaki pendaki yang mengenakan sandal.

Sebagaimana diketahui, Gunung Sumbing salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah. Gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa ini salah satu favorit para traveler pencinta alam karena memiliki pemandangan yang indah.

Sumbing merupakan gunung api aktif yang terakhir meletus pada tahun 1730. Secara administrasi wilayah, gunung setinggi 3.371 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu letaknya di tiga kabupaten; Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini