Wisatawan dari 3 Negara Ini Sudah Ngebet Pelesiran ke Luar Negeri

Antara, Jurnalis · Senin 05 April 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 406 2389360 wisatawan-dari-3-negara-ini-sudah-ngebet-pelesiran-ke-luar-negeri-2cg8buqICD.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 yang belum kunjung lenyap membuat segala aktivitas perjalanan menjadi serba terbatas. Meski begitu, animo perjalanan internasional tetap ada. Setidaknya hal itulah yang terlihat dari survei yang dilakukan platform perjalanan digital, Agoda.

Menurut survei Agoda, terdapat wisatawan dari tiga negara yang rupanya sudah ngebet untuk melakukan perjalanan internasional ke negara lain.

"Wisatawan dari negara-negara ini mengikuti optimisme pulihnya perjalanan internasional (yaitu) turis dari China, Taiwan, dan Singapura. Hanya Malaysia, Filipina dan Thailand yang tidak menunjukkan adanya pencarian destinasi internasional dalam 30 pencarian teratas, baik pada bulan Desember 2020, maupun Maret 2021," ucap CEO Agoda, John Brown.

Thailand dan Filipina kata John, seringkali muncul sebagai destinasi tujuan, dan Bangkok berada di urutan keenam dalam daftar 30 pencarian teratas di 11 negara asal.

Baca juga: Turis Diserang Gurita Ganas di Pantai, Lehernya Sampai Terluka

Dari 30 pencarian destinasi teratas oleh wisatawan Indonesia, bulan Maret 2021 mencatatkan satu destinasi internasional, dibandingkan 0 pada bulan Desember 2020.

Tempat yang masuk dalam pencarian destinasi internasional teratas adalah Genting Highlands, sementara tempat yang masuk pencarian destinasi domestik teratas adalah Bandung, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Puncak.

Travelling

(Foto: Sygic Travel)

Bersamaan dengan pencarian ini, data Agoda menunjukkan bahwa pola pemesanan mulai bergerak menuju normal dan kembali ke tren pra Covid-19. Terutama karena indikasi perilaku seperti lead time dan harga sempat anjlok drastis selama musim semi dan musim panas, namun kali ini mengalami penurunan yang tidak terlalu tajam.

“Tentu saja ada alasan bagi industri perjalanan di Asia untuk mulai merasa lebih optimis, dan vaksin adalah hal yang sangat penting untuk pemulihan sepenuhnya. Selain itu, inisiatif program subsidi pemerintah seperti TTgother di Thailand atau GoTo Japan telah berhasil memanfaatkan permintaan perjalanan dan mendukung penyedia akomodasi domestik," terangnya.

Baca juga: Melihat dari Dekat Fasilitas Mewah Venue Pernikahan Atta Halilintar & Aurel Hermansyah

"Data pencarian Agoda menunjukkan bahwa wisatawan menantikan kembalinya perjalanan internasional dengan dukungan pelaksanaan vaksinasi. Namun, ada hal-hal lain yang harus dilakukan,” tambah John.

Menurut dia, pelaksanaan vaksin di Asia sedang dimulai, tetapi kecepatan di seluruh wilayah bervariasi. Beberapa negara seperti Singapura akan divaksinasi penuh tahun ini, sementara negara-negara lain seperti Jepang, Thailand dan Vietnam baru mendapat vaksin total hingga tahun 2022.

Hal itu berarti ekonomi yang sangat bergantung pada pariwisata perlu memertimbangkan cara untuk mempercepat pemulihan kembali ke kondisi normal.

Pemerintah perlu berinovasi bagaimana pendekatan yang dilakukan terhadap pembukaan kembali perbatasan negara, menyeimbangkan kebutuhan nyata akan keselamatan warga mereka, juga pengunjung, dengan realitas ekonomi.

“Di masa mendatang, karantina tetap menjadi penghalang bagi perjalanan internasional, sehingga opsi Alternative State Quarantine seperti yang diluncurkan di Thailand dan Hong Kong, mungkin menjadi solusi yang masuk akal sejalan dengan program vaksin. Mitra teknologi korporasi dapat bergerak cepat, dan akan mendukung pemerintah untuk mengelola variabel kompleks yang dihadapi negara-negara," paparnya.

Baca juga: Libur Paskah, Banyak Turis Berwisata di Nusa Penida Bali

Saat ini lanjut John, wisatawan sudah sangat siap untuk bepergian, sehingga kolaborasi publik-swasta menjadi penentu saat dunia bergerak menuju pemulihan berkelanjutan untuk industri perjalanan dan pariwisata, pilar penting di Asia Pasifik yang berkontribusi 10 persen dari PDB APAC pada tahun 2019.

Perjalanan internasional akan menghadapi kenyataan baru dengan langkah-langkah terintegrasi untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan bertanggung jawab, mulai dari rapid test, sertifikat kesehatan, paspor vaksin Covid-19 dan lainnya.

John menjelaskan, karantina adalah tindakan penting lainnya, seperti yang dilakukan pemerintah Thailand dan Hong Kong yang mencari cara agar wisatawan menerima karantina, yaitu bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk membantu dengan solusi teknologi.

Sebagai negara pertama yang menerapkan ASQ, Kementerian Kesehatan Thailand bekerja sama dengan Agoda untuk memanfaatkan solusi teknologi platform perjalanan yang memungkinkan warga negara dan penduduk Thailand memilih langsung akomodasi dari platform perjalanan.

Langkah Thailand untuk membuka kembali perbatasan bagi turis internasional pada bulan Juli ini, platform ASQ menawarkan fleksibilitas kepada wisatawan mengenai pilihan akomodasi dan variabel lain seperti masa tinggal.

“Kami melihat harapan saat negara-negara mengumumkan pembukaan kembali perbatasan melalui inisiatif Taiwan-Palau atau travel bubbles Australia– Singapura yang potensial. Dengan semakin banyak negara yang menjajaki koridor perjalanan (travel corridors), akomodasi ASQ menyediakan solusi bagi turis internasional untuk bepergian, yang memungkinkan mereka memilih akomodasi untuk karantina yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat dan mitra akomodasi untuk mengidentifikasi solusi berbasis teknologi untuk memacu dan mendorong kebangkitan ekonomi pariwisata lokal," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini