Wisatawan dari 3 Negara Ini Sudah Ngebet Pelesiran ke Luar Negeri

Antara, Jurnalis · Senin 05 April 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 406 2389360 wisatawan-dari-3-negara-ini-sudah-ngebet-pelesiran-ke-luar-negeri-2cg8buqICD.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Hal itu berarti ekonomi yang sangat bergantung pada pariwisata perlu memertimbangkan cara untuk mempercepat pemulihan kembali ke kondisi normal.

Pemerintah perlu berinovasi bagaimana pendekatan yang dilakukan terhadap pembukaan kembali perbatasan negara, menyeimbangkan kebutuhan nyata akan keselamatan warga mereka, juga pengunjung, dengan realitas ekonomi.

“Di masa mendatang, karantina tetap menjadi penghalang bagi perjalanan internasional, sehingga opsi Alternative State Quarantine seperti yang diluncurkan di Thailand dan Hong Kong, mungkin menjadi solusi yang masuk akal sejalan dengan program vaksin. Mitra teknologi korporasi dapat bergerak cepat, dan akan mendukung pemerintah untuk mengelola variabel kompleks yang dihadapi negara-negara," paparnya.

Baca juga: Libur Paskah, Banyak Turis Berwisata di Nusa Penida Bali

Saat ini lanjut John, wisatawan sudah sangat siap untuk bepergian, sehingga kolaborasi publik-swasta menjadi penentu saat dunia bergerak menuju pemulihan berkelanjutan untuk industri perjalanan dan pariwisata, pilar penting di Asia Pasifik yang berkontribusi 10 persen dari PDB APAC pada tahun 2019.

Perjalanan internasional akan menghadapi kenyataan baru dengan langkah-langkah terintegrasi untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan bertanggung jawab, mulai dari rapid test, sertifikat kesehatan, paspor vaksin Covid-19 dan lainnya.

John menjelaskan, karantina adalah tindakan penting lainnya, seperti yang dilakukan pemerintah Thailand dan Hong Kong yang mencari cara agar wisatawan menerima karantina, yaitu bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk membantu dengan solusi teknologi.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini