Mudik Qingming Bawa Berkah bagi Penyedia Transportasi Massal China

Antara, Jurnalis · Senin 05 April 2021 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 406 2389400 mudik-qingming-bawa-berkah-bagi-penyedia-transportasi-massal-china-9pHsVzWsvy.JPG Antrean panjang depan sebuah restoran di Jalan Dongzhimennei, Kota Beijing pada Minggu (4/4) malam (Foto: Antara/Irfan Ilmie)

TRADISI mudik pada musim liburan Festival Qingming yang berlangsung pada 3-5 April 2021 menjadi berkah bagi penyedia jasa transportasi massal di China setelah gagal memanfaatkan momentum libur panjang Tahun Baru Imlek pada Januari-Februari lalu.

Pada Sabtu lalu saja jumlah penumpang domestik telah mencapai angka 1,54 juta orang atau meningkat 369,2 persen dibandingkan libur hari pertama Qingming tahun lalu, demikian data Badan Penerbangan Sipil China (CAAC).

Data penumpang kereta api lebih mengejutkan lagi karena menembus angka 14,64 juta orang pada hari pertama ritual tradisional ziarah ke makam leluhur bagi etnis Tionghoa yang di Indonesia dikenal dengan sebutan Chengbeng itu.

Baca juga: Makan ala Sultan dalam Pesawat di Atas Runway, Segini Harganya Paketnya

Otoritas kereta api China menambah 963 jadwal perjalanan pada hari kedua Qingming. Volume kendaraan yang melaju di jalan raya selama tiga hari libur Qingming mencapai 151 juta unit roda empat sebagaimana estimasi Kementerian Transportasi setempat.

Tak hanya arus mudik. Dunia hiburan, juga menerima pendapatan melimpah selama liburan Qingming. Dengta, platform pembelian daring tiket bioskop di China, menyebutkan pendapatan film box office mencapai angka 312 juta yuan atau sekitar Rp689,9 miliar.

Namun libur Qingming diwarnai kecelakaan lalu lintas di jalan tol di China yang menewaskan 11 orang dan kecelakaan kereta api di Taiwan yang merenggut nyawa 50 penumpang lebih.

Semua perkantoran dan sekolahan di China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan libur selama Festival Qingming. Selama festival tersebut, pusat-pusat perbelanjaan, objek wisata, dan rumah makan dipadati pengunjung.

Situasi ini menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara jasa layanan transportasi massal dan pengusaha di China setelah mengalami kerugian yang diakibatkan oleh larangan mudik pada libur panjang Tahun Baru Imlek selama dua tahun berturut-turut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini