Fakta Menarik Masjid Agung Banten, Perpaduan Gaya hingga Filosofi Bangunan

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Senin 05 April 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 408 2389485 fakta-menarik-masjid-agung-banten-perpaduan-gaya-hingga-filosofi-bangunan-mvOjvbvxm9.jpg Masjid Agung Banten (Foto Instagram @andriees)

MASJID Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten sering dikunjungi peziarah baik untuk beribadah, atau sekaligus mempelajari sejarah dan budayanya.

Masjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin pada 1556. Ia merupakan sultan pertama memimpin Kesultanan Banten. Masjid ini sudah beberapa direnovasi dan bentuk bangunanya unik.

Baca juga: Masjid Agung Banten, Wisata Ziarah Peninggalan Putra Sunan Gunung Jati

Berikut fakta menarik Masjid Agung Banten yang dikutip Okezone dari berbagai sumber :

1. Punya menara mercusuar

Yang membuat masjid ini unik dan ikonik ialah menaranya yang bentuknya seperti mercusuar. Menara tersebut berfungsi sebagai menara pandang atau pengamat ke lepas pantai dan digunakan untuk menyimpan senjata dan amunisi pasukan Banten.

Masjid yang didirikan pada tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin ini memiliki letak yang berbeda dari masjid lainnya. Jika kebanyakan masjid tua di Pulau Jawa berada di sisi barat, namun Masjid Agung Banten terletak di sisi utara.

ilustrasi

Adapun di sebelah baratnya terdapat makam Syarif Husein yang merupakan penasihat Maulana Hasanuddin.

2. Perpaduan gaya arsitektur Jawa, China, Belanda

Arsitektur dari masjid ini sangat dipengaruhi oleh daerah asal tiga arsiteknya yang berbeda beda. Dikutip dari duniamasjid.islamiccenter, arsitek pertama adalah Raden Sepat yang berasal dari Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Indahnya Masjid Sultan, Objek Wisata Religi di Negeri Singa

Arsitek kedua berasal dari negeri Cina, yakni Tjek Ban Tjut. Arsitek ini memberikan pengaruh kuat pada bentuk atap masjid bersusun lima layaknya pagoda China.

Arsitek ketiga adalah seorang Belanda bernama Hendrik Lucaz Cardeei yang kabur dari Batavia ke Banten. Arsitek berstatus mualaf tersebut memberikan pengaruh pada bentuk menara layaknya mercusuar di Negeri Kincir Angin. Karena jasanya itu, Lucaz pun mendapat gelar kehormatan Pangeran Wiraguna.

3. Punya banyak filosofi

Masjid yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 2.000 meter persegi ini memiliki banyak makna filosofis. Pintu masjid yang berjumlah 6 menggambarkan rukun iman. Pintu masuk tersebut sengaja dibuat pendek agar pengunjung masuk dengan merunduk sebagai simbol ketundukan kepada Sang Pencipta. Tiang masjid terdiri dari 24 buah sebagai simbol waktu 24 jam.

Elemen unik lainnya adalah umpak dari batu andesit berbentuk labu berukuran besar dan beragam di setiap dasar tiang masjid. Umpak pada empat tiang soko guru di tengah-tengah ruang shalat adalah yang berukuran terbesar dengan garis labu terbanyak.

Sedangkan di bagian depan ruang utama terdapat mimbar besar antic dengan atap bergaya Cina yang dihiasi dengan motif unik dan kombinasi warna.

Mihrab yang menjadi tempat imam memimpin shalat justru bertolak belakang dengan mimbar yang biasanya karena Mihrabnya berbentuk ceruk berukuran sangat kecil. sempit, dan sederhana.

4. Cara menuju ke lokasi

Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, tepatnya di desa Banten, sekitar 10 km atau sekitar 30 menit dari Kota Serang. Akses ke lokasi dapat dituju dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.

Dari terminal Terminal Pakupatan, Serang anda bisa menggunakan bis jurusan Banten Lama atau mencarter mobil angkutan kota menuju lokasi selama lebih kurang setengah jam.

Di masjid ini telah tersedia berbagai fasilitas seperti sarana ibadah, toilet, hingga perpustakaan dan toko. Bahkan di sekitar lokasi masjid, banyak pedagang yang menjajakan oleh-oleh khas Banten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini