Meningkat hingga 91%, Ini Daftar Okupansi Hotel di Jawa Barat

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 406 2389991 meningkat-hingga-91-ini-daftar-okupansi-hotel-di-jawa-barat-v2EzbbSdrU.jpg Kamar hotel (Leelaholidays)

KINERJA bisnis perhotelan di Jawa Barat mulai menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya okupansi hotel di berbagai kota dan kabupaten di provinsi itu, salah satunya dipicu dari libur Paskah 2021.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar mencatat, sepanjang libur Paskah atau periode 28 Maret hingga 3 April lalu, tingkat hunian atau okupansi hotel di wilayah Bandung hingga utara Jawa Barat mengalami peningkatan cukup signifikan.

Baca juga:  Okupansi Hotel di Parapat & Berastagi Capai 90 Persen saat Libur Imlek

Di Kota Bandung, rata-rata okupansi hotel berada di angka 45,82 persen. Kota Depok 44,73 persen, Kabupaten Purwakarta 57 persen, dan Kabupaten Bandung 40,9 persen.

Adapun di wilayah utara Jabar, seperti Indramayu, tingkat okupansi hotelnya sempat naik signifikan hingga 91,42 persen. Sementara di Kota Cirebon, pada 2 April tercatat 91,66 persen dan pada 3 April 84,87 persen. Kemudian, di Kabupaten Subang, okupansi hotel rata-rata di angka 39 persen.

 

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik mengatakan, catatan tersebut menjadi indikator perbaikan kinerja bisnis sektor perhotelan setelah sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19 sepanjang 2020 lalu.

"Meski kinerja bisnis industri hotel belum normal, catatan ini sangat baik karena ada pertumbuhan saat libur panjang," kata Dedi di Bandung, Selasa (6/4/2021).

Baca juga:  Dari Spanyol hingga Filipina, Begini Tradisi Perayaan Paskah di Seluruh Dunia

Dedi juga memastikan bahwa para pelaku industri perhotelan di Jabar sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat berbasis Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) yang diberlakukan di industri pariwisata.

Pihaknya berharap, catatan tersebut juga dapat menambah optimisme para pelaku industri hotel, termasuk pariwisata di Jabar.

Apalagi, kata Dedi, Jabar merupakan lintasan dan tujuan wisatawan dimana terdapat ratusan objek wisata yang menjadi daya tarik, terlebih saat musim libur panjang.

"Harus optimistis, yang penting saya sudah bikin SOP, ada 3M, CHSE, divaksin, antigen, dan aman. Jadi, apabila nanti yang berwisata ke Jabar sudah siap," kata Dedi.

Dedi menambahkan, gencarnya program vaksinasi COVID-19 yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pelaku usaha pariwisata pun semakin meningkatkan keamanan dan kepercayaan masyarakat untuk berwisata ke Jabar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini