Maskapai Ini Batalkan 100 Penerbangan karena Kekurangan Karyawan

Suci Wulandari Putri, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 406 2390092 maskapai-ini-batalkan-100-penerbangan-karena-kekurangan-karyawan-arKkHj6j8f.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MASKAPAI Delta Airlines terpaksa membatalkan 100 penerbangan (flight) pada akhir pekan lalu lantaran kekurangan staf pegawai. Maskapai tersebut mengklaim, memiliki lebih dari satu juta penumpang selama beberapa hari terakhir, jumlah tertinggi sejak sebelum pandemi virus corona dimulai tahun lalu.

Karena lonjakan penumpang, Delta Airlines mengambil langkah untuk meningkatkan kapasitas penumpang dengan membuka kursi tengah pesawat pada Minggu dan Senin. Kebijakan membuka kursi tengah ini dilakukan sebulan lebih awal dari yang diharapkan untuk mengangkut lebih banyak penumpang.

Melansir laman AP, maskapai tersebut mengumumkan bahwa mereka akan berhenti memblokir kursi tengah mulai bulan Mei mendatang. Langkah tersebut dilakukan untuk menerapkan jaga jarak antar penumpang, serta sebagai salah satu bentuk kebijakan meningkatkan kepercayaan pada maskapai.

Baca juga: Kota Tua AlUla Tuan Rumah Ajang Balap Mobil Listrik

Manajemen Delta memastikan akan membuka kursi kembali saat perjalanan udara pulih dan lebih banyak orang divaksinasi Covid-19. Mereka juga mengatakan kursi tengah dibuka hanya untuk Minggu dan Senin, serta kebijakan pemblokiran kursi dapat dibuka untuk mengantarkan pelanggan ke tujuan mereka pada hari yang sama.

“Tim Delta telah bekerja melalui berbagai faktor, termasuk staf, sejumlah karyawan yang sebagian besar sudah divaksinasi, dan pilot kembali ke status aktif,” sebut pihak maskapai.

Pada Minggu akhir pekan lalu, disebutkan terdapat 33 penerbangan tiba dan berangkat yang dibatalkan. Ada 19 penerbangan di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, 11 lainnya di Bandara Metropolitan Detroit dan tiga lainnya di Minneapolis-st. Bandara Paul.

Pada Rabu pekan lalu, hampir 65 persen orang yang terbang di Delta tahun lalu berharap untuk memiliki setidaknya satu dosis vaksin baru pada 1 Mei mendatang. Hal itu kemudian yang memberi Delta kepastian untuk mengakhiri batasan tempat duduk.

Industri penerbangan terpecah atas kegunaan memblokir kursi tengah untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 dalam penerbangan.

Maskapai penerbangan termasuk Delta, Southwest, Alaska dan JetBlue membatasi tempat duduk selama berbulan-bulan, sementara United Airlines tidak pernah melakukannya dan American melakukannya hanya sebentar saja.

Pembatasan jarak sosial bukan hal yang mustahil dilakukan di pesawat, dan kursi tengah kosong merupakan kebijakan yang dibuat CEO United Kirby untuk menjelaskan penolakan maskapai penerbangannya terhadap pemblokiran kursi.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Turbulensi kala Terbang, Mana yang Paling Berbahaya?

Sekadar informasi, perjalanan udara di Amerika Serikat sedang pulih dari titik terendah pandemi. Lebih dari satu juta wisatawan telah melewati bandara AS dalam 20 hari terakhir, meski lalu lintas pada bulan Maret tetap turun hampir setengah dari bulan yang sama pada 2019 silam.

Jumlah penerbangan meningkat mendekati liburan musim panas. Musim panas lalu merupakan malapetaka bagi maskapai penerbangan, yang menyebabkan kerugian Delta setahun penuh lebih dari USD12 miliar akibat munculnya pandemi Covid-19.

Maskapai penerbangan ingin meningkatkan pendapatan secepat mungkin, dan salah satu caranya yaitu dengan menjual lebih banyak kursi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini