Rumah Artefak Blora 'Bersolek' demi Pikat Wisatawan, Ada Replika Homo Erectus Lho!

Selasa 06 April 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 406 2390106 rumah-artefak-blora-bersolek-demi-pikat-wisatawan-ada-replika-homo-erectus-lho-snm7gJigEe.JPG Replika Homo Erectus di Rumah Artefak Blora (Foto: Pemkab Blora)

DEMI menggaet wisatawan, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran mempercantik Rumah Artefak Blora, Jawa Tengah. BPSMP Sangiran memberi bantuan teknis berupa penataan display koleksi benda cagar budaya milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang disimpan dan dirawat di Rumah Artefak.

Pamong Budaya Ahli Muda Museum BPSMP Sangiran, Dody Wiranto berujar bahwa kegiatan tersebut merupakan amanah Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Disebutkan bahwa setiap orang berhak memperoleh dukungan teknis dan atau kepakaran dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah atas upaya Pelestarian Cagar Budaya yang dimiliki dan atau yang dikuasai.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Turbulensi kala Terbang, Mana yang Paling Berbahaya?

“Sehingga sesuai dengan sebagian besar koleksi dari tinggalan lingkungan atau budaya manusia purba, maka pemerintah melalui BPSMP Sangiran berkewajiban memberikan bantuan teknis,” ujarnya, dikutip Okezone dari laman Solopos.

Dody menambahkan, dengan adanya bantuan teknis tersebut nantinya pengunjung atau publik mampu mendapatkan informasi, melalui interpretasi terhadap koleksi secara baik, benar, dan menarik.

Sehingga diharapkan Rumah Artefak mampu berperan optimal memberikan edukasi, informasi, dan hiburan kepada publik. Melalui penataan koleksi pada display secara menarik, baik dan benar, dilengkapi dengan label atau poster informasi yang mudah dipahami, tata cahaya yang mendukung untuk melihat secara nyaman.

Tersedia pula alat peraga dan patung rekonstruksi alias replika homo erectus progresif, diharapkan juga dapat memberikan nuansa kesenangan dan pengetahuan secara sinergis.

“Harapannya, pertama, ke depan Rumah Artefak menjadi salah satu tujuan kunjungan publik yang ingin memperdalam pengetahuan alam, budaya, dan sejarah manusia,” paparnya.

Rumah Artefak nantinya diarahkan sebagai pilot project percontohan museum mini yang cukup informatif dan menarik. Rumah Artefak bisa pula menjadi ruang diskursus berbagai studi ilmu yang akan menguatkan dan memperkaya generasi muda pada pendidikan, budaya, kesenian, dan pariwisata yang menjadi kebanggaan Blora.

Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, Slamet Pamudji, menyampaikan apresiasinya kepada BPSMP Sangiran yang telah menyerahkan bantuan teknis berupa penataan display koleksi yang dimiliki Rumah Artefak. Ia mengatakan, Rumah Artefak Blora ini merupakan embrio berdirinya museum. Sebab, pada perda tentang cagar budaya hal itu merupakan amanat bahwa Blora perlu memiliki museum ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini