Mudik Lebaran Dilarang, Khofifah: Bisa Silaturahim Secara Daring

Antara, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 406 2390158 mudik-lebaran-dilarang-khofifah-bisa-silaturahim-secara-daring-zmOBVLUYaj.JPG Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Foto: Instagram/@khofifah.ip)

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat legowo menerima kebijakan pemerintah tentang larangan mudik yang menjadi tradisi pada setiap momentum lebaran.

"Semua harus melonggarkan hati untuk menjaga keselamatan bersama dan tolong kita mematuhinya," ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (6/4/2021).

Menurut dia, larangan mudik untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19, terutama di daerah setempat.

Larangan mudik pada lebaran merupakan kali kedua setelah pada tahun lalu juga tidak diperbolehkan masyarakat kembali ke kampung halaman dengan alasan sama.

Baca juga: Bioskop Bersejarah Berusia 82 Tahun Tutup Selamanya karena Corona

"Saat ini masih masa pandemi. Sama seperti tahun lalu, silaturahim dengan keluarga dan warga di kampung bisa dilakukan secara daring," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Khofifah menyebut, seiring berjalannya waktu, situasi dan kondisi pandemi Covid-19 perlahan-lahan mulai melandai.

Hal itu, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam upaya yang dilakukan pemerintah dengan membuat beberapa kebijakan seperti penerapan pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga proses vaksinasi.

"Tentu semua itu juga harus dengan peran aktif masyarakat menjaga protokol kesehatan," kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Pemerintah Pusat berdasarkan hasil rapat tingkat menteri pada Jumat 26 Maret 2021 lalu, secara resmi melarang mudik Lebaran 2021 yang dijadwalkan mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

Sebelum dan sesudah waktu tersebut, diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan ke luar daerah, kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak dan perlu.

Pemerintah memutuskan peniadaan libur panjang untuk perjalanan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi agar program vaksinasi Covid-19 dapat berlangsung optimal.

Keputusan tersebut, menurut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam Rapat Tingkat Menteri terkait Libur Idul Fitri 1442 Hijriah secara daring, berlaku bagi seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini