6 Fakta Unik Tentang Pesawat yang Jarang Diketahui Orang

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 406 2390323 6-fakta-unik-tentang-pesawat-yang-jarang-diketahui-orang-R0S5KrQ0Tq.jpg Ilustrasi pesawat (Shutterstock)

PESAWAT masih menjadi moda transportasi paling aman dibandingkan jenis transportasi lain. Tingkat kecelakaan pesawat lebih rendah dibandingkan kendaraan umum lainnya. Aviation Safety Network menyebutkan bahwa angka kecelakaan pesawat menurun tajam setiap dekade.

Ada beberapa alasan menempatkan pesawat sebagai transportasi teraman, di antaranya adalah perusahaan penerbangan selalu meningkatkan keamanan dan kenyamanan pesawat dengan teknologi terkini. Kemudian kedisiplinan dan skill pilot selalu ditingkatkan, keamanan bandara diperketat tiap tahun, dan lainnya.

Baca juga: Mau Menginap di Hotel? Pahami Dulu 9 Hal Ini

Maskapai penerbangan kini juga terus meningkatkan pelayanan kepada penumpang di antara ketatnya persaingan usaha. Karena itu, pesawat sering menjadi pilihan cerdas untuk orang-orang bepergian ke berbagai destinasi.

Tapi, ada sejumlah fakta-fakta unik tentang pesawat yang jarang diketahui masyarakat awam. Berikut ulasannya seperti dikutip dari saluran YouTube Sisi Terang :

1. Suhu di Dalam Pesawat Sangat Dingin

Saat melakukan perjalanan udara, sering kali penumpang meminta selimut kepada awak kabin atau mempersiapkan baju hangat dari rumah masing-masing. Itu karena mereka merasa suhu di dalam kabin pesawat sangatlah dingin.

Ilustrasi

Padahal, rata-rata suhu di kabin pesawat adalah 23 derajat celcius atau sama dinginnya dengan ruangan di gedung perkantoran pada umumnya. Rasa dingin yang seakan menusuk-nusuk diakibatkan dari tidak banyaknya gerak yang penumpang lakukan saat berada di dalam pesawat sehingga tubuh tidak menghasilkan panas. Selama perjalanan, penumpang biasanya hanya duduk sambil menonton film, mendengarkan musik, membaca buku, atau makan.

2. Pesawat Punya Klakson

Sama seperti mobil, kereta, dan kendaraan lain, pesawat juga memiliki klakson. Malah beberapa pesawat punya klakson khusus. Namun klakson di pesawat tidak digunakan pilot untuk menarik perhatian pesawat lain di udara maupun menakuti burung.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Turbulensi kala Terbang, Mana yang Paling Berbahaya?

Klakson ini hanya akan terdengar ketika pesawat sedang diam di darat. Contohnya ketika teknisi sedang memeriksa suatu hal di ruang kokpit dan ia ingin menarik perhatian kru lain yang berada di luar pesawat.

3. Pintu Pesawat Tidak Bisa Dibuka Saat Terbang

Karena tekanan dalam kabin yang kuat, pintu pesawat tidak dapat dibuka semudah yang dibayangkan ketika pesawat sedang terbang. Untuk membuka pintu saat pesawat sedang mengudara, seseorang harus mampu melawan tekanan seberat 11.000 kilogram. Jauh di dalam struktur pesawat juga terdapat kunci mur yang menjaga pintu tetap tertutup.

4. Pesawat Jarang Tersambar Petir

Dalam satu tahun, kejadian pesawat komersial tersambar petir setidaknya terjadi satu kali. Meskipun begitu, hal ini tidak terlalu berbahaya. Bagian logam dan sistem perlindungan terhadap petir pada badan pesawat mencegah terjadinya penumpukan listrik.

Jadi di kebanyakan kasus, bagian pesawat yang tersambar petir hanya menyisakan bekas hangus di permukaannya saja.

5. Kebanyakan Pesawat Berwarna Putih

Warna putih memantulkan sinar matahari lebih baik dibandingkan warna lainnya. Warna putih juga memudahkan teknisi untuk menemukan retakan, penyok, atau kerusakan fisik lain yang dialami permukaan badan pesawat agar bisa segera diperbaiki.

Selain itu, cat tambahan membuat pesawat 545 kilogram lebih berat. Hal ini tentu berpengaruh pada bahan bakar yang dibutuhkan pesawat untuk terbang. Dengan menggunakan cat, pesawat akan lebih berat dan bahan bakar yang digunakan akan lebih banyak.

Mau tak mau perusahaan maskapai harus mengeluarkan biaya lagi untuk bahan bakar tersebut.

6. Jendela Pesawat Tidak Bersudut

Sebenarnya, pesawat komersial pertama memiliki jendela berbentuk persegi. Namun kini, pesawat yang sering ditemukan selalunya berjendela bulat atau oval, bukan persegi atau bentuk lain yang mempunyai sisi-sisi runcing.

Hal ini dikarenakan perubahan tekanan pada kabin mulai dari pesawat lepas landas hingga mendarat, membuat jendela bersudut lebih mudah pecah. Sementara itu, jendela tanpa sudut lebih kuat terhadap tekanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini