Dorong Pariwisata Era Baru Berbasis Outdoor, Sandiaga Uno: Bisa Tadabur Alam

Antara, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 406 2390615 dorong-pariwisata-era-baru-berbasis-outdoor-sandiaga-uno-bisa-tadabur-alam-ypWaQl2saN.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong para pelaku usaha wisata untuk mengembangkan konsep wisata era baru berbasis alam terbuka.

"Di masa pandemi sekarang ini, kami mendorong pariwisata era baru berbasis alam terbuka dan wisata minat khusus," kata Sandi saat meresmikan Kampung Agrinek dan pesantren Al ikhlas Argo di Cikeusik Pandeglang, kemarin.

Ia mengatakan, pengembangan pariwisata era baru berbasis alam terbuka yang dikolaborasikan dengan pendidikan dan juga kawasan pertanian, akan menjadi solusi bagi pengembangan wisata di masa pandemi sekarang ini.

Baca juga: Mudik Dilarang, Sandiaga Uno Tetap Optimistis Destinasi Wisata Bakal Penuh

"Jadi kalau wisata di alam terbuka seperti ini tidak perlu berdesak-desakan. Bahkan kita bisa menikmati pemandangan alam sekaligus tadabur alam," kata Sandiaga usai meresmikan kawasan wisata berbasis pendidikan dan pertanian seluas 27 hektare tersebut.

Ia mengutarakan harapannya agar dengan kehadiran Kampung Agrinek atau kawasan wisata berbasis pendidikan dan agro tersebut, bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

"Dengan kehadiran pesantren-agro ini bisa memberikan kesejahteraan dengan sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamiin," kata Sandiaga dan menambahkan, destinasi desa wisata menjadi alternatif wisata pada masa pandemi, karena tren pariwisata akan berubah.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi juga menyaksikan penyerahan pengelolaan pesantren Al-Ikhlas Agro dari pemilik kampung Agrinek kepada Ketua Yayasan Pesantren Al Ikhlas Agro yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar.

Sementara KH Nasaruddin Umar mengatakan, pesantren Al-Ikhlas Agro Cikeusik Pandeglang merupakan pesantren tahfidz Alquran ketujuh yang dikembangkan dan satu-satunya pesantren yang mendapatkan sertifikat ISO dari sekitar 38 ribu pesantren yang ada.

"Kami akan kembangkan di daerah lain. Pesantren ini berbasis tahfidzul qur'an. Untuk tahun awal ini kami sediakan gratis biaya bagi warga sekitr Cikeusik," kata Nasaruddin Umar.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, Kampung Agrinex merupakan suatu model pembangunan pertanian yang bersinergi antara pelaku utama dan pelaku usaha.

Menurutnya, agrowisata yang dipadukan dengan Pondok Pesantren akan semakin mengutuhkan proses edukasi lingkungan alam yang dikelola dengan mengedepankan kearifam lokal sehingga akan menghasilkan SDM yang unggul.

"Lebih dari 40 jenis tanaman buah yang dikembangkan di Agrinex ini. Sebagian besar sudah mulai berbuah dan bisa dinikmati," kata Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini