2 Turis Wanita Ditangkap Usai Operasi Memperbesar Payudara

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 406 2391441 2-turis-wanita-ditangkap-usai-operasi-memperbesar-payudara-RlvpRLvkaY.jpg Ilustrasi payudara (Foto hebreastcaresite)

DUA wanita dari Irlandia ditangkap karena diduga menolak pergi ke hotel untuk karantina setelah keduanya melakukan perjalanan medis di Dubai untuk operasi memperbesar payudara.

Atas tuduhan tersebut Kirstie McGrath (30) dan Niamh Mulreany (25) didakwa melanggar Undang-Undang Kesehatan negara saat ini.

Baca juga:  Lockdown Berakhir, Restoran dan Pub di Irlandia Kembali Buka

Keduanya diketahui meninggalkan Uni Emirat Arab dan tiba di Bandara Dublin pada Jumat, 2 April 2021.

Pada akhir Maret 2021, otoritas kesehatan Irlandia sudah mengumumkan akan ada karantina hotel wajib bagi pelancong yang datang dari 48 negara termasuk Uni Emirat Arab, guna mengurangi risiko penularan COVID-19.

"Setiap penumpang yang telah berada di salah satu negara kategori ini diwajibkan karantina 14 hari. Meskipun hanya transit melalui salah satu negara ini dan tetap berada di udara, secara hukum diwajibkan untuk melakukan karantina di hotel," bunyi panduan perjalanan yang diterbitkan di Departemen Luar Negeri.

"Ini berlaku bahkan jika penumpang menerima hasil tes PCR negatif setelah tiba di Negara Bagian. Ada pengecualian yang sangat terbatas untuk persyaratan ini, " tambahnya.

Melansir Fox News, Kamis (8/4/2021), McGrath dan Mulreany muncul di hadapan Hakim Miriam Walsh di Pengadilan Distrik Tallaght, Irlandia pada Sabtu, 4 April 2021.

Pengacara mereka Michael French mengatakan kedua wanita itu berada di Uni Emirat Arab untuk pembesaran payudara dan tidak mengetahui tentang peraturan karantina di hotel.

Baca juga:  Danau Berbentuk Hati dengan Ribuan Pohon Bertuliskan 'Love' di Tengah Gurun

Menurut sumber perencanaan operasi plastik Real Self, pemulihan dari operasi pembesaran payudara biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.

Sementara itu, Perkumpulan Ahli Bedah Plastik di Amerika mengatakan pemulihan penuh rata-rata membutuhkan waktu sekitar enam minggu.

Hakim Walsh dilaporkan mempertanyakan apakah operasi itu penting. Sementara itu, kesaksian dari polisi Irlandia mengatakan pihak berwenang membutuhkan waktu dua jam untuk menjelaskan karantina wajib kepada kedua wanita tersebut.

Pengacara French membela McGrath dan Mulreany atas dasar bahwa mereka mencoba untuk pulang karena demi anak-anak mereka dan juga telah melakukan tiga kali tes virus corona yang hasilnya negatif.

Dia juga menantang peraturan tersebut karena orang yang telah didiagnosis dengan COVID-19 masih diizinkan untuk karantina di rumah daripada di hotel.

British Broadcasting Corporation memperkirakan masa inap 12 hari untuk satu orang dewasa dapat menelan biaya sekitar USD2.231 atau setara dengan Rp32 juta sejak aturan karantina hotel pertama kali diberlakukan pada bulan Maret.

Jika melanggar dengan tidak memenuhi syarat peraturan tersebut akan dikenakan denda sebesar USD2.349 atau setara dengan Rp34 juta dan sebulan penjara.

 ilustrasi

Kasusnya viral di media, warganet langsung mengutarakan kekesalannya terhadap kedua wanita tersebut karena dianggap lalai serta tidak mau mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan.

"Ini adalah hukum berbahaya yang mungkin diberlakukan oleh seorang kepala pemerintahan. Tidak ada logika untuk itu, ini adalah intervensi selektif terhadap orang," tulis seorang pengguna Twitter.

"Mereka tidak mengkhawatirkan anak-anak mereka ketika mereka akan melakukan operasi payudara di Dubai, berlaku adil bagi hakim karena tidak mengambil omong kosong dari mereka," balasan pengguna Twitter yang berbeda.

Sebagai informasi, data dari Dasbor Johns Hopkins COVID-19 melaporkan lebih dari 238.900 orang di Irlandia telah terinfeksi oleh virus korona baru. Jumlah kematian hampir 4.730.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini