Bawa Siput Berbahaya dan Ekor Sapi, Traveler Diciduk di Bandara

Fatha Annisa, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 406 2391490 bawa-siput-berbahaya-dan-ekor-sapi-traveler-diciduk-di-bandara-SxmoN0HAfX.jpg Siput Afrika disita petugas di Bandara JFK New York (CBP/Fox News)

SEORANG turis ditangkap petugas di Bandara John F. Kennedy (JFK), New York karena kedapatan menyelundupkan 22 siput raksasa Afrika dalam tas. Pria itu diketahui baru pulang ke Amerika Serikat dari Ghana, Minggu lalu.

Petugas Perlindungan Budaya dan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) juga menemukan dari pria itu berupa 24 pon barang terlarang termasuk ekor sapi, daging sapi kering, kalkun beri, wortel, daun obat-obatan dan rempah-rempah tradisional Afrika yang dikenal sebagai prekese.

Baca juga: Pergi ke New York Tak Perlu Lagi Karantina

Melansir laporan Fox News, Kamis (8/4/2021), CBP memperingatkan bahwa siput Afrika raksasa adalah beberapa dari keong paling merusak di dunia karena mereka memakan 500 jenis tanaman dan merusak struktur plester.

Menurut CBP, siput Afrika raksasa tidak hanya membahayakan pertanian dan bangunan Amerika, tapi juga menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia karena mereka membawa nematoda parasit yang dapat menyebabkan meningitis, kata rilis tersebut.

“Siput juga berkembang biak dengan cepat, menghasilkan sekitar 1.200 telur setahun,” kata CBP dalam keterangannya.

Baca juga: Kepiting Seharga Rp7 Juta Hilang dari Restoran, Malingnya Terekam Kamera

Menurut rilis tersebut, Florida Department of Agriculture and Consumer Services dan USDA Animal and Plant Health Inspection Service bekerja sama untuk memberantas Siput Afrika Raksasa dari Florida, yang diperkenalkan kembali di negara bagian tersebut pada tahun 2011 setelah sebelumnya dibasmi pada tahun 1970-an.

Dalam rilisnya, CBP menyarankan para pelancong untuk memastikan mereka memeriksa situs web agensi untuk barang-barang terlarang atau yang dibatasi oleh Amerika sebelum membelinya saat berada di luar negeri.

“Spesialis pertanian Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan adalah pembela garis depan bangsa kita melawan hama tanaman dan hewan invasif yang mengancam sumber daya pertanian kita, dan mereka menghadapi misi yang kompleks dan menantang ini dengan komitmen dan kewaspadaan yang luar biasa,” kata Marty Raybon, Pejabat Direktur Operasi Lapangan CBP di Kantor Lapangan New York.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini