Bandara Ngurah Rai Punya Layanan GeNose C19, Sandiaga Optimis Pariwisata Bali Bangkit

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 406 2392208 bandara-ngurah-rai-punya-layanan-genose-c19-sandiaga-optimis-pariwisata-bali-bangkit-KckzaYISOY.jpeg Layanan pemeriksaan GeNose C19 di Bandara Ngurah Rai, Bali (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meninjau kesiapan penggunaan alat deteksi COVID-19 buatan anak bangsa, GeNose C19 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (9/4/2021).

Sandiaga Uno menjelaskan penggunaan GeNose C19 di Bandara Ngurah Rai sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19 dan mempermudah wisatawan yang akan berkunjung atau keluar dari Bali.

Baca juga:  Ini Syaratnya Jika Bali Ingin Segera Terima Wisatawan Asing

“Untuk menekan laju penularan COVID-19 kita harus memperluas testing. Dan testing ini sudah menggunakan produk anak bangsa, sehingga membuka peluang usaha dan ekonomi, agar mobilitas terjaga dan denyut nadi perekonomian di Bali sebagai tulang punggung sektor pariwisata nasional bisa segera bangkit dan pulih kembali dengan disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga berharap GeNose C19 bisa diproduksi lebih banyak lagi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bali maupun ke destinasi lain yang ada di Tanah Air.

Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri sudah memiliki 8 unit alat GeNose C19 dengan kapasitas testing mencapai 15-20 orang per jam.

Baca juga:  Mulai 1 Mei, Turis Masuk Singapura Wajib Pakai IATA Travel Pass

“Yang menjadi tantangan adalah menghadirkan unit GeNose yang bisa mengakomodir lebih banyak lagi. Di sini sudah ada 8 unit, dan per unit bisa memproses 15-20 orang perjam, sehingga kapasitasnya masih belum maksimal terlebih jumlah penumpang di bandara Bali sudah mengalami peningkatan per hari bisa mencapai 6.000 orang. Kita terus mendorong produksi GeNose agar proses menghadirkan GeNose ini bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Menparekraf juga berharap destinasi lain dan desa-desa wisata di tanah air bisa memiliki alat serupa dengan begitu dapat memberikan sinyal secara tegas kepada para wisatawan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif siap bangkit kembali.

Pihaknya sedang mempersiapkan destinasi-destinasi yang prioritas untuk dikembangkan termasuk salah satunya desa wisata di berbagai wilayah di tanah air.

“Saat ini desa wisata menjadi alternatif kunjungan wisatawan berbasis alam terbuka dan budaya. Kita sedang coba hadirkan dalam 90 hari kedepan untuk penerapan genose di desa-desa wisata. Terlebih dengan peniadaan mudik alat GeNose ini menjadi penting untuk dihadirkan di desa-desa wisata. Ketiga ini membangkitkan confidence bagi para wisatawan dan pelaku parekraf, karena dengan masifnya testing COVID-19 ini memberikan kepastian rasa aman dan nyaman wisatawan,” katanya.

Sementara itu, salah satu wisatawan Eropa Alexandra Strelchenko yang dijumpai saat mengantre untuk melakukan proses GeNose mengaku sangat senang dengan proses testing GeNose yang sangat mudah dan cepat. Sehingga mempermudah proses untuk menuju tahapan selanjutnya di dalam bandara.

“Saya senang karena prosesnya teratur dan cepat, kemudian yang paling menggembirakan adalah hasil saya negatif sehingga bisa pulang ke negara saya,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini