Daftar Orang yang Boleh Mudik Lebaran, Termasuk ASN?

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 10 April 2021 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 406 2392457 daftar-orang-yang-boleh-mudik-lebaran-termasuk-asn-TAiWukUb2r.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MASYARAKAT dilarang mudik pada 6-17 Mei 2021. Namun ada pengecualian bagi masyarakat yang menghadapi situasi darurat atau sekadar dinas keluar kota saat Idul Fitri 2021.

Dilansir dari BNPB, pengaturan terkait perjalanan orang dalam negeri maupun perjalanan internasional dalam masa pandemi tetap berlaku selama Ramadhan dan Idul Fitri 2021. Diatur dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2021 (Covid-19).

Dijelaskan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, ada beberapa kelompok masyarakat yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan ke luar kota. Saat bepergian, tentu harus membawa SIKM dan surat hasil negatif Covid-19 baik swab antigen, PCR maupun GeNose C19

Baca Juga: Isi Webinar, Sandiaga Uno Salah Fokus dengan Nama Peserta "Militan Papah Online"

"Pertama, terhadap masyarakat yang melakukan kunjungan terhadap keluarga sakit. Kedua bagi masyarakat yang melakukan kunjungan duka atas anggota keluarga yang meninggal," kata Budi.

 mudik

Ketiga adalah perjalanan ibu hamil dengan 1 orang pendamping. Untuk kepentingan melahirkan maksimal 2 orang pendamping. Terakhir adalah layanan kesehatan yang darurat.

"Lalu ada pengecualian bagi masyarakat yang boleh melakukan perjalanan yaitu yang bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, TNI/Polri, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan dan cap basah dari pimpinannya," jelas Budi

Sementara itu, kendaraan atau transportasi darat yang masih diperbolehkan untuk melakukan perjalanan, pertama adalah kendaraan pimpinan tinggi lembaga RI. Kemudian kendaraan dinas operasional berplat dinas TNI dan juga Polri.

Kemudian kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan. Lalu kendaraan pengangkut petugas operasional dan petugas penanganan Covid-19

"Keempat kendaraan pengangkut pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah," ujarnya.

Kemudian ada kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulan dan mobil jenazah. Serta yang terakhir adalah mobil barang yang tidak membawa penumpang.

Selanjutnya kendaraan yang digunakan pelayanan kesehatan darurat, ibu hamil dan anggota keluarga intinya juga akan mendampingi. Dan terakhir adalah kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini