Bekas Apartemen Putri Diana Bakal Jadi Situs Bersejarah Dunia

Mila Widya Ningrum, Jurnalis · Sabtu 10 April 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 406 2392534 bekas-apartemen-putri-diana-bakal-jadi-situs-bersejarah-dunia-1Y4roPTTsK.jpg Putri Diana. (Foto: AOL)

ENGLISH Heritage, sebuah organisasi yang mengelola lebih dari 400 situs bersejarah di Inggris, baru-baru ini mengumumkan akan memasang plakat khusus di apartemen London tempat tinggal Diana Spencer sebelum dia menikah dengan Pangeran Charles.

Putri Diana adalah satu dari enam wanita yang mendapat penghargaan Plakat Biru London yang dipasang oleh Warisan Inggris tahun ini, menurut pengumuman itu.

Baca Juga:Ternyata Makam Pangeran Philip Pernah Jadi Tempat Pernikahan Harry-Meghan

dianaa

Di Twitter, saudara laki-laki Diana, Charles Spencer, berterima kasih kepada English Heritage karena telah menghormati saudara perempuannya.

"Betapa indahnya plakat biru ini akan dipasang di luar Coleherne Court - terima kasih, @EnglishHeritage, karena memperingati tempat yang sangat membahagiakan untuk Diana dengan cara ini," tweet Spencer minggu lalu.

Dilansir Fox News, menurut Town and Country, Diana tinggal di apartemen Coleherne Court bersama tiga temannya, Carolyn Bartholomew, Virginia Pitman, Ann Bolton, sebelum dia menikah dan bergabung dengan keluarga kerajaan.

"Kami mengharapkan plakat kami untuk Diana, Princess of Wales menjadi sangat populer," kata Anna Eavis, Direktur Kuratorial Warisan Inggris, dalam sebuah pernyataan.

"Dia adalah inspirasi dan ikon budaya bagi banyak orang, meningkatkan kesadaran tentang masalah-masalah termasuk ranjau darat dan tunawisma, dan membantu meruntuhkan penyakit seperti HIV, kusta, dan depresi."

"Tampaknya tepat bahwa kita harus mendirikan sebuah plakat untuk memperingati pekerjaan dan pengaruhnya di tahun ke-60," tambah Eavis.

Selain Diana, English Heritage juga akan menghormati lima wanita lain dengan plakat biru, termasuk budak yang kabur dan abolisionis Ellen Craft, desainer Jean Muir, pengacara Helena Normanton, reformis sosial Caroline Norton, dan ilmuwan Kathleen Lonsdale.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini