Kisah Berdirinya Masjid Kairouan, Bukti Kejayaan Peradaban Islam di Afrika

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Sabtu 10 April 2021 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 408 2392465 kisah-berdirinya-masjid-kairouan-bukti-kejayaan-peradaban-islam-di-afrika-t7J30QvhVe.jpg Ruang sholat Masjid Kairouan. (Foto: Atlasobscura)

MASJID Kairouan merupakan masjid tertua di Tunisia, serta menjadi salah satu monumen Islam terbesar di Afrika Utara. Masjid ini merupakan peninggalan bersejarah yang berharga karena sudah dibagun pada tahun 50 Hijriah.

Dilansir dari Atlasobscura, keberadaannya tak terlepas dari peran seorang sahabat Nabi bernama Uqbah bin Nafi' yang berhasil menaklukkan wilayah ini pada 670 Masehi atau abad ke-7. Lewat Mahdia membuat Uqbah berhasil masuk ke Tunisia.

Masjid Agung Kairouan merupakan salah satu bukti kejayaan peradaban Islam di benua Afrika dan dinyatakan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang harus dilindungi. Berlokasi di Timur Laut Kairouan, Distrik Medina, Tunisia.

Baca Juga: Ternyata, Pencetus Ide Pembuatan TMII Terinspirasi dari Disneyland Loh!

Masjid Agung Kairouan hingga kini masih berdiri kokoh dan alas lantai konblok dari batu juga tampak kuat. Terdapat menara berbentuk kotak dan dua kubah berwarna kuning. Disekitar kanan kirinya ada bangunan-bagunan tua yang masih berpenghuni.

 masjid

Masjid yang memiliki luas sekira 9000 meter persegi ini arsitektur aslinya masih sangat amat terjaga. Bangunan ini memadukan gaya arsitektur pra-Islam, Romawi, dan Bizantium.

Maka dari itu, jangan heran jika melihat kawasan ini Anda akan dibawa pada suatu era Romawi kuno sebelum masehi yang sangat mengagumkan.

Pintu utama masjid ini merupakan pintu kayu berukir buatan tahun 1829 Masehi. Dari luar, Masjid Agung Kairouan terlihat seperti bentang yang berdiri kokoh dengan tebal tembok luar sekitar 1,90 meter. Memiliki Jam matahari yang terletak di area halaman masjid.

Di ujung utara halaman tengah berdiri bangunan menara masjid setinggi 31,5 meter dengan alas persegi 10,7 meter pada empat sisinya. Menara ini dianggap sebagai menara tertua dalam dunia Islam.

Uniknya pada halaman tengah masjid ini dibuat dari bongkahan batu-batu besar segi empat yang dilengkapi dengan sistem drainase yang sangat baik. Beberapa bagian halaman ini bercekungan untuk menampung debu agar tidak turut masuk ke dalam sistem drainase.

Dari halaman tengah, Anda akan dibuat takjub dengan dapat menikmati keindahan di setiap lengkungan yang menghiasi masjid ini dengan terdiri dari sekira 400 pilar tua. Konon pilar tersebut di ambil dari sederet gedung bekas gereja-gereja bangunan Latin di sekitar lokasi.

Mihrab masjid berada di lorong tengah ruangan sisi arah selatan dan tentu saja menghadap Ka'bah. Mimbar terbuat dari kayu penuh dengan ukuran cantik dan keseluruhan ukiran kayu tersebut didatangkan dari Irak. Di sekitar masjid ini juga terdapat beberapa makam dari para tokoh dan ulama Kairouan.

Bagi non muslim diperkenankan berkunjung ke Masjid Agung Kairouan melalui gerbang di Jalan Rue Oqba ibn Nafaa untuk sekadar melihat dari luar dan diminta untuk menggunakan busana muslim. Namun, tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruang sholat.

Di pintu masuk tersebut pengurus masjid sudah menyediakan jubah dan pakaian yang layak bagi pengunjung non muslim agar dapat digunakan sebelum memasuki area masjid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini