Fakta Unik Hagia Sophia, Masjid Megah yang Pernah Jadi Gereja dan Museum

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Minggu 11 April 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 408 2392751 fakta-unik-hagia-sophia-masjid-megah-yang-pernah-jadi-gereja-dan-museum-4I4OUTMOpb.JPG Hagia Sophia di Kota Istanbul, Turki (Foto: Instagram/@pangolin_the_hiker)

HAGIA Sophia ialah sebuah masjid agung yang terletak di Istanbul, Turki. Dibangun sejak ribuan tahun silam, masjid ini menjadi saksi bisu sejarah berkembangnya Islam di masa lalu.

Keunikan dan keindahan masjid ini menjadi tujuan wisata religi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Turki. Kira-kira apa saja sih pesona masjid ini? Berikut ulasannya yang dikutip Okezone dari berbagai sumber.

1. Pernah jadi gereja dan museum

Hagia Sophia dulunya merupakan sebuah gereja pada abad ke-6 Masehi dan menjadi bangunan paling penting di masa itu. Bahkan gereja ini dijuluki sebagai Gereja Kebijaksanaan Suci.

Namun setelah kejatuhan Kota Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani pada 1453, Sultan Mehmed II mengubah gereja agung ini menjadi masjid. Untuk membangun masjid yang megah ini diperlukan waktu cukup lama yakni 6 tahun.

Pada tahun 1934 Presiden Turki, Mustafa Kemal Atatürk mensekulerkan bangunan tersebut, dan menjadikannya museum pada tahun 1935. Namun pada tahun 2020, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan membuat keputusan kontroversial sekaligus melegakan hati umat Islam dengan mengubah fungsi bangunan itu kembali menjadi masjid.

Baca juga: Melongok Sejarah Hagia Sophia, Museum Agung yang Kini Berubah Jadi Masjid

Karena keindahannya, Hagia Sophia ditetapkan sebagai komponen dari situs Warisan Dunia UNESCO pada 1985.

Interior Hagia Sophia

(Foto: Instagram/@daniele.sim)

2. Perpaduan arsitektur Islam dan Kristen

Bangunan masjid tersebut mencerminkan perubahan agama yang telah terjadi di wilayah tersebut selama berabad-abad, dengan menara dan prasasti Islam serta mosaik mewah agama Kristen.

Kubah yang terdapat di bangunan ini memang sudah ada sejak dulu bahkan ketika masih menjadi gereja. Dilansir dari Live Science, kubah tersebut merupakan yang tersulit untuk dibangun bahkan pernah jatuh ketika dibangun.

“Kaitan di atas tempat struktur sedang dibangun, tidak mampu menahan massa yang menekannya, entah bagaimana tiba-tiba mulai terlepas dan sepertinya berada di titik runtuh," tulis Procopios, peneliti dari Universitas Columbia.

Baca juga: Perjalanan Hagia Sophia dari Gereja, Masjid hingga Museum

Hagia Sophia

(Foto: Instagram/@istanbul_ileftmyheart)

Saat berubah menjadi masjid, banyak mosaik dan lukisan bercorak Kristen ditutupi dan diplester. Mosaik itu kemudian diganti dengan kaligrafi berlafadz Allah Subhanahu wa Ta'ala, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, empat khalifah pertama yakni Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, serta dua cucu Rasulullah yakni Hasan dan Husein.

Dilansir dari Britannica, Sultan Mehmed II juga menambahkan sentuhan arsitektur Islam pada Hagia Sophia. Misalnya, mihrab hingga empat menara yang digunakan untuk melantunkan Adzan. Bangunan seperti madrasah, perpustakaan hingga dapur umum juga melengkapi Hagia Sophia pada masa Ottoman.

3. Sering dipugar

Gereja asli Hagia Sophia dikatakan dibangun oleh Constantine I pada tahun 325 di atas fondasi sebuah kuil pagan. Namun rusak terbakar pada tahun 404 karena kerusuhan akibat pengusiran kedua St John Chrysostom, yang saat itu adalah patriark Konstantinopel.

Interior Hagia Sophia

(Foto: Instagram/@gulnara_m_)

Setelah dibangun kembali dan diperbesar oleh kaisar Romawi Konstans I, Gereja Hagia Sophia dibakar lagi dalam pemberontakan Nika pada Januari 532.

4. Dibuka bagi wisatawan

Sebagai tujuan wisata paling populer di Turki, Hagia Sophia tetap terbuka untuk pengunjung baik mereka dari kalangan muslim maupun nonmuslim. Seluruh biaya untuk masuk ke Hagia Sophia pun dihapus alias gratis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini