Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka saat Larangan Mudik Berlaku

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 12 April 2021 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 406 2393183 candi-borobudur-prambanan-dan-ratu-boko-tetap-buka-saat-larangan-mudik-berlaku-FCgO1REPFG.jpg Candi Borobudur (Indonesiatravel)

CANDI Borobudur di Magelang, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko di Sleman tetap buka untuk pariwisata saat larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran 2021 diberlakukan pemerintah, pada 6 hingga 17 Mei.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono dalam keterangan persnya, Senin (12/4/2021).

Baca juga:  Wisata Religi Solusi Kebangkitan Pariwisata Borobudur

Menurut Edy, ketiga candi tetap buka dengan protokol kesehatan yang ketat untuk menjaga denyut wisata dan ekosistem ekonomi di sekitarnya agar pulih.

"Kami akan patuhi apapun keputusan pemerintah, meskipun di satu sisi kami berharap juga ada kelonggaran," ujar Edy.

ilustrasi

Candi Prambanan (Shutterstock)

Kelonggaran yang dimaksud oleh Edy adalah kebijakan di sektor pariwisata yang sudah cukup lama terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Edy, Candi Borobudur, Candi Prambanan, juga Ratu Boko selama ini tak berdiri sendiri.

Ada denyut ekosistem pariwisata yang bergantung pada keberlangsungan wisata di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Populer di Sleman, Candi Prambanan hingga Bukit Klangon

Candi Prambanan misalkan, menjadi magnet ekonomi di kawasan Yogyakarta bagian timur. Begitu Candi Borobudur yang dikelilingi desa wisata serta pelaku UMKM. Semua saling bergantung pada aktivitas wisata di tiga candi besar ini.

ilustrasi

Candi Ratu Boko (Shutterstock)

"Kelonggaran yang kami maksud bagaimana sektor pariwisata tetap menggeliat karena kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan sudah terbentuk," katanya.

Edy memastikan candi-candi di bawah pengelolaan PT TWC tidak akan tutup meski larangan mudik mengemuka. Tujuannya, menjaga denyut wisata dan ekosistem ekonomi di sekitarnya agar pulih.

Saat ini kuota kunjungan di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko masing-masing sebanyak 3000 wisatawan setiap hari. Angka yang sama berlaku hingga libur Lebaran nanti.

Kendati sudah dipatok sebanyak 3.000 wisatawan per hari, jumlah rata-rata kunjungan ke tiga candi ini hanya maksimal 1.000 orang. "Kami akan terus beroperasi agar denyut wisata dan ekonomi di sekitar candi tidak terhenti," kata dia.

Dari sisi operasional, pembatasan jumlah wisatawan ini memicu kerugian. Namun demikian akan lebih merugi lagi apabila wisata candi tutup sama sekali. Terutama mengorbankan pelaku usaha pariwisata di sekitarnya.

 

Sementara Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerbitkan instruksi perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro di Yogyakarta pada Senin, 5 April 2021. Kebijakan ini berlaku mulai 6-19 April 2021.

Meski telah keluar kebijakan pelarangan mudik, Sultan Hamengku Buwono X mendesak pemerintah mendetailkan isi PPKM Mikro selama Ramadan, mudik, dan Lebaran, karena pada kenyataannya sulit membatasi mobilitas masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini