Ternyata Ini Tes Paling Sulit untuk Jadi Pramugari

Fatha Annisa, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 03:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 406 2393498 ternyata-ini-tes-paling-sulit-untuk-jadi-pramugari-Hyi8Uxa2bQ.JPG Mantan pramugari, Anisa Fajar (Foto: Instagram/@anisafajar98)

TES Kesehatan dan wawancara bukan satu-satunya tes yang harus dilewati calon pramugari demi meraih cita-citanya. Ternyata, ada juga tes tertulis yang mengharuskan para calon kru kabin menghitung cepat.

Belum lama ini, mantan pramugari maskapai nasional, Anisa Fajar buka-bukaan soal tes yang menurutnya paling sulit saat ia melamar jadi pramugari. Tes tersebut adalah Kraepelin, sebuah tes yang mengharuskan seseorang untuk berhitung.

“Kalau buat aku tes yang paling susah itu kraepelin ya. Aku kan anak seni ya, bukan anak matematika. Jadi agak sedikit sulit sih di situ menurut aku,” kata Anisa kepada Okezone.

Baca juga: Pesawatnya Jatuh, Pilot Muda Bertahan Hidup 38 Hari di Hutan Amazon

Anisa mengalami kesulitan saat menjalani tes itu karena pada dasarnya perempuan asal Cianjur, Jawa Barat ini tidak terlalu menyukai matematika atau soal yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Anisa mengaku, ia lebih menyukai hal berbau seni.

Anisa Fajar

(Foto: Instagram/@anisafajar98)

Sementara itu, Kraepelin merupakan salah satu tes psikologi yang sering digunakan dalam proses rekrutmen di perusahaan. Tes ini membutuhkan konsentrasi dan kemampuan berhitung. Selama tes tersebut, para calon pramugari juga dikejar oleh waktu.

“Itu kayak tes koran gitu. Jadi tesnya menghitung, tapi ada waktunya. Kalau instrukturnya bilang stop, harus stop. Terus ulang lagi, hitung lagi. Jadi, di situ bisa kelihatan kestabilan kita. Itu sulit sih menurut aku,” ucap Anisa menjelaskan.

Cukup mengejutkan, bukan? Ternyata, menjadi pramugari tidak semudah yang dibayangkan sebagian orang. Tes yang wajib dilakukan pun mengharuskan seseorang menguasai banyak hal.

Sebagai informasi tambahan, Kraepelin adalah salah satu tes psikotes kerja yang mulai dikembangkan pada awal abad ke-19. Tes ini dimaksudkan untuk mengukur perhatian seseorang dalam jangka waktu singkat yang sudah ditentukan.

Terdapat 45 jalur angka dengan nominal 0 sampai 9 dalam sebuah lembar tes Kraepelin, juga 60 angka yang disusun vertikal secara acak pada masing-masing jalur.

Peserta tes harus menjumlahkan dua angka terdekat dalam lembar tes tersebut selama waktu yang ditentukan. Tes ini bertujuan untuk mengukur level atensi seseorang dalam jangka waktu tertentu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini