Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas Digenjot, Apa Kabar Papua?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 406 2393590 pengembangan-5-destinasi-super-prioritas-digenjot-apa-kabar-papua-qYWww3qoSd.JPG Pesona alam Raja Ampat, Papua Barat (Foto: Instagram/@harivalzayuka)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, pengembangan destinasi wisata prioritas terus dilakukan meski pandemi Covid-19 belum juga usai.

Ya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menggenjot pengembangan di 5 Destinasi Super Prioritas yakni, Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Likupang (Sulawesi Utara), Danau Toba (Sumatra Utara), Borobudur (Jawa Tengah), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Kelima destinasi ini merupakan turunan dari program pemerintah sebelumnya yang bertajuk '10 Bali Baru' atau '10 Destinasi Prioritas'.

Namun tak dipungkiri, beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kemenparekraf sempat membuat masyarakat Indonesia bertanya-tanya, seperti apa nasib daerah wisata di luar program 5 Destinasi Super Prioritas.

Baca juga: Deretan Momen Unik Sandiaga Uno, Kena Prank hingga Salfok Papa Online

Salah satu destinasi yang sempat menjadi sorotan adalah Raja Ampat di Papua Barat. Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, Raja Ampat telah menjelma menjadi primadona baru di sektor pariwisata.

5 Destinasi Super Prioritas

Meski masuk dalam kategori premium, potensi wisata yang dimiliki tempat ini memang sangat luar biasa. Apalagi bila berbicara keindahan baharinya.

Raja Ampat berulang kali menyabet penghargaan bergengsi. Pada tahun 2020 lalu misalnya, majalah selam bergengsi asal Inggris, Dive Magazine, kembali menobatkan Raja Ampat sebagai Destinasi Selam Terbaik di Dunia (The Best Scuba Diving Destinations 2020).

Namun setelah pandemi Covid-19 menghantam Indonesia, nama Raja Ampat seolah meredup. Pemerintah pun kini tengah menyiapkan sejumlah program khusus guna membangkitkan kembali gairah wisata di kawasan Papua dan Papua Barat.

"Papua dan Papua Barat punya destinasi alam yang sangat eksotis. Untuk saat ini, kami terus memberikan stimulus bagi pelaku maupun industri setempat untuk bertahan di tengah pandemi," ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin, 12 April 2021.

Beberapa program stimulus yang dimaksud antara lain hibah pariwisata, padat karya, upskilling dan reskilling pelaku parekraf, serta pemberian sertifikasi protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental and Sustainability).

Baca juga: Viral Artis Porno Rusia Diserbu Pria di Bali, Netizen: Biar Dapat Jatah

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan dana hibah senilai Rp3,7 triliun untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun anggaran 2021. Sebagian dana hibah dianggarkan menggunakan sisa alokasi pemulihan ekonomi nasional atau PEN 2020.

Adapun mekanisme pemberian dana hibah sedang dalam proses pengajuan ke Kementerian Keuangan. Kemenparekraf mengusulkan mekanisme penyaluran hibah yang masuk dalam salah satu program PEN ini langsung diberikan melalui transfer ke daerah.

"Selain hibah pariwisata, Kemenparekraf juga melakukan percepatan vaksinasi di destinasi wisata sebagai salah satu prasyarat utama dibukanya pariwisata kita kelak," tutup Sandiaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini