Melihat Tradisi 'Munggahan' Sambut Ramadhan Diaspora Indonesia di Inggris Raya

Antara, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 406 2393743 melihat-tradisi-munggahan-sambut-ramadhan-diaspora-indonesia-di-inggris-raya-6P222epYHd.jpg Sebuah keluarga Indonesia rekreasi di taman kota Reading, Inggris jelang Ramadhan 1442 Hijriah (Antara/Munawir)

Yayah merupakan penggerak pengajian ibu-ibu muslimat di London dan Inggris Raya. Ia juga aktif menggerakkan kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan untuk warga diaspora Indonesia di Inggris.

Cerita yang berbeda disampaikan oleh Suwondo, warga Indonesia yang bermukim di Southampton, kawasan pesisir selatan Inggris. Ia datang ke Inggris untuk kuliah master bidang Public Administration di University of Southampton.

Bagi Suwondo, Ramadhan tahun ini merupakan pengalaman yang kedua di Inggris. Ia datang pertama kali ke Southampton pada akhir 2019 lalu.

“Kami mengisi waktu menjelang Ramadhan tahun ini dengan berlibur bersama keluarga. Ini juga sekaligus liburan Easter Break di Inggris, jadi anak-anak libur sekolah selama dua pekan, lumayan untuk jalan-jalan sekaligus menyegarkan pikiran. Jadi liburan dan menyenangkan keluarga menjelang Ramadhan,” kisah Suwondo, yang merupakan ASN di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

 ilustrasi

Di tengah libur Paskah dan jelang Ramadan ini, Suwondo mengajak keluarganya untuk berkunjung ke beberapa kota yang dekat dengan tempat tinggalnya di Southampton.

“Kami kemarin berkunjung ke taman wisata Badbury dan Kota Reading, mengunjungi taman-taman kota di kawasan itu. Kemudian, menelusuri Jurrasic Coast di kawasan Exmouth, East Devon, Dorset. Alhamdulillah, anak-anak senang dan pikiran menjadi segar. Semoga ketenangan jiwa dan perasaan bahagia menjadi bekal ibadah Ramadhan tahun ini,” terangnya.

Annisa Romadhona, muslimah Indonesia di Southampton, juga menikmati waktu jelang Ramadhan untuk silaturahmi sesama orang Indonesia di Inggris.

“Sedih juga suasana lockdown seperti sekarang ini. Biasanya kami sering berkumpul di satu tempat untuk berbagi makanan dan saling bertukar cerita, kangen-kangenan, nah sekarang ini tidak bisa mengundang banyak orang. Kami kemudian mengajak beberapa teman hanya enam orang untuk makan-makan di taman, di Riverside park yang tempatnya bagus,” jelas Annisa.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini