Candi Plaosan Dibersihkan, Ekskavasi Parit Kuno Jalan Terus

Selasa 13 April 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 406 2393820 candi-plaosan-dibersihkan-ekskavasi-parit-kuno-jalan-terus-pRD5HWfQ4p.JPG Petugas membersihkan Candi Plaosan (Foto: KRjogja/Sri Warsiti)

KEGIATAN pembersihan dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah terhadap kawasan wisata Candi Plaosan Lor, di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Tak hanya dibersihkan, BPCB Jateng juga melakukan eskavasi parit kuno yang mengelilingi Candi Plaosan.

Puluhan karyawan BPCB dikerahkan untuk membersihan lumut maupun rumput yang tumbuh subur selama musim penghujan.

Beberapa petugas pembersihan candi mengemukakan, pembersihan dilakukan baik dengan cara pembersihan manual kering, dan juga dengan pembersihan manual basah.

Pembersihan secara manual kering ini dengan menggunakan sapu atau peralatan lainnya. Sedangkan pembersihan secara manual basah, dengan cara penyemprotan.

Baca juga: Lagi Gali Tanah, Pekerja Proyek Temukan Emas Ratusan Gram dalam Pot

Kepala Unit Candi Plosan dan Sojiwan, Wardiah mengatakan, pemeliharaan dan pembersihan memang rutin dilakukan. Setiap tahun ada anggaran untuk kegiatan terebut. Pembersihan dan pemliharaan dilakukan oleh para karyawan juru pelihara.

Tenaga sudah banyak yang purna tugas, sehingga semakin hari tenaga ahli yang melakukan pembersihan dan pemeliharaan semakin berkurang. Hingga saat ini belum bisa dilakukan penambahan tenaga.

“Harapan dengan keterbatasan tenaga dan anggaran, tetap bisa memeliara dan merawat cagar budaya, serta bisa dinikmat,” ujar Wardiah, melansir laman KRJogja.

Lebih lanjut Wardiah menjelaskan, kegiatan pemugaran stupa perwara dan candi perwara Candi Plaosan Lor merupakan kelanjutan program tahun 2020. Sedangkan, ekskavasi dilakukan untuk membuka parit keliling yang menghubungkan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Saat ini baru bisa membebaskan beberapa lahan, khususnya pada tanah-tanah yang sudah menjadi milik negara, akan segera dibuka untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa Plaosan memang luar biasa lengkap dengan komponen cagar budayanya.

Koordinator ekskavasi parit isi timur Candi Plaosan, Muhammad Junawan berujar bahwa proses eskavasi masih dilakukan sejak akhir Maret hingga Juni mendatang. Dari hasil ekskavasi, ditemukan bebatauan parit yang lepas, sehingga perlu dilakukan pemasangan kembali.

“Ekskavasi ini untuk menunjukkan wujud asli parit kuno. Sebelumnya dilakukan pengkajian terlebih dahulu untuk memastikan pola parit. Dengan demikian gerak eskavator aman. Jika sudah menyentuh dugaan adanya temuan, maka penggalian dilakukan secara manual agar tidak merusak struktur cagar budaya yang ada,” ujar Junawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini