9 Fakta Menarik Masjid Istiqlal, Awal Dibangun hingga Pasca-Renovasi

Fatha Annisa, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 408 2393803 9-fakta-menarik-masjid-istiqlal-awal-dibangun-hingga-pasca-renovasi-gmMdJ3zeg3.jpg Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat (stutterstock)

MASJID Istiqlal di Jakarta Pusat bukan hanya sekadar rumah ibadah, tapi menjadi salah satu simbol kemerdekaan dan keberagaman Indonesia. Masjid yang berdiri di lahan bekas Taman Wilhemina ini juga jadi destinasi wisata religi.

Mampu menampung 200.000 jamaah, Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Luas bangunannya mencapai 26 persen dari total kawasan seluas 9,32 hekatre yang selebihnya merupakan halaman dan pertamanan.

Baca juga: Dari Masjid hingga Gereja, Ini 6 Objek Wisata Religi di Jakarta

Dihimpun dari beberapa sumber, berikut fakta-fakta menarik tentang Masjid Istiqlal :

1. Proses Pembangunan Selama 17 Tahun

Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Nabi Muhammad SAW. Kejadian ini disaksikan oleh ribuan umat Islam.

Terhalang situasi politik yang pada masa itu kurang kondusif, seperti berlakunya demokrasi parlementer, pertikaian antar partai politik, serta peristiwa G30S/PKI, proyek pembangunan besar ini tersendat hingga terhenti total.

ilustrasi

Masjid Istiqlal bagian dalam (Setkab)

Situasi politik baru mereda pada 1966 dan pembangunan masjid pun baru bisa dimulai kembali. 17 tahun kemudian, tepatnya pada 1978, Masjid Istiqlal selesai dibangun. Presiden Soeharto meresmikan pada 22 Februari 1978.

2. Lokasi Masjid

Sempat terjadi perdebatan saat menentukan lokasi Masjid Istiqlal. Ir. H. Mohammad Hatta mengajukan lokasi pembangunan di Jalan Husni Thamrin, yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Lokasi tersebut cocok karena berada di lingkungan masyarakat Muslim dan belum ada bangunan lain di atasnya.

Namun, Ir. Soekarno menginginkan Istiqlal didirikan di Taman Wilhemina, yang masih terdapat reruntuhan benteng Belanda. Presiden RI pertama ini menganganggap lokasi tersebut cocok karena dikelilingi oleh bangunan pemerintah, pusat perdagangan, dan dekat dengan Istana Merdeka.

Baca juga: Wisata Religi, Melihat Wujud Rumah Nabi Muhammad SAW

Selain itu, Soekarno menghendaki masjid terbesar di Indonesia ini berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol semangat persaudaraan, persatuan, dan toleransi beragama.

ilustrasi

Pekarangan Masjid Istiqlal (Setkab)

3. Arti Nama Masjid Istiqlal

Nama “Istiqlal” diambil dari bahasa Arab yang berarti “Merdeka”. Dikutip dari Wikipedia, Masjid Istiqlal merupakan masjid yang mewakili umat muslim Indonesia. Status terhormat itu membuat masjid harus dapat menjadi kebanggaan bangsa sekaligus menggambarkan semangat perjuangan dalam meraih kemerdekaan.

Pembangunan masjid ini juga menjadi wujud rasa syukur bangsa Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, atas berkat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat kemerdekaan.

4. Arsiteknya adalah Anak Pendeta

Sebuah sayembara digelar pada 22 Februari 1955 sampai dengan 30 Mei 1955 demi menentukan desain terbaik untuk Masjid Istiqlal. Sayembara ini dimenangkan oleh Friederich Silaban, seorang arsitek beragama Nasrani asal Sumatera Utara yang juga merupakan anak dari pendeta.

Ia mendapatkan medali emas seberat 25 gram dan uang Rp25.000. Friedrich mengusulkan gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer dan ornamen geometrik dari baja anti karat untuk Masjid Istiqlal.

5. Terdapat 7 Gerbang

Ada tujuh gerbang untuk memasuki ruangan dalam Istiqlal yang masing-masingnya dinamakan berdasarkan Asmaul Husna. Sementara angka tujuh melambangkan tujuh lapis langit dalam kosmologi alam semesta Islam dan tujuh hari dalam seminggu.

6. Kubah Masjid berdiameter 45 meter

Bangunan utama Masjid Istiqlal memiliki kubah dengan diameter sebesar 45 meter, terbuat dari kerangka baja antikarat dari Jerman Barat dengan berat 86 ton, yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.

Puncaknya dimahkotai ornamen berbentuk bulan sabit dan bintang sebagai simbol Islam.

Terdapat 12 tiang yang menopang kubah tersebut. Tiang-tiang itu disusun melingkari tepi dasar kubah dan dikelilingi empat tingkat balkon.

Angka 12 melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad yaitu 12 Rabiul Awwal, juga 12 bulan dalam penanggalan Islam dalam satu tahun. Sedangkan empat tingkat balkon dan satu lantai utama melambangkan angka 5 yang merupakan Rukun Islam sekaligus Pancasila.

7. Menara Simbol Keesaan Allah SWT

Masjid Istiqlal hanya memiliki satu menara, yang menyimbolkan keesaan Allah SWT. Menara meruncing ke atas ini berlapis marmer dengan tinggi 6.666 sentimeter.

Arti dari tinggi menara adalah ayat-ayat dalam Al-Quran yang berjumlah 6.666. Ujung atas menara terdapat pinnacle dari besi baja dengan tinggi 30 meter, yang menyimbolkan jumlah Juz dalam Al-Quran.

8. Bedug Raksasa

Di Masjid Istiqlal terdapat bedug raksasa. Bedug tersebut diletakkan di atas penyangga setinggi 3,80 meter, panjangnya 3,45 meter, dan lebarnya 3,40 meter. Bahan pembuatan penyangga itu adalah kayu jati dari hutan Randu Blatung di Jawa Tengah.

Berat bedug adalah 2,3 ton. Bagian depannya berdiameter 2 meter dan 1,7 meter pada bagian belakang. Bedug itu terbuat dari kayu meranti merah dari pohon berusia 300 tahun di hutan di Kalimantan Timur.

9. Tampilan Baru Setelah Renovasi

Setelah 42 tahun berdiri, Masjid Istiqlal akhirnya direnovasi pada 2020 dan selesai pada Januari 2021. Kini, masjid terbesar se-Asia Tenggara ini menggunakan teknologi smart lightning dengan 3.600 titik lampu di ruang sholat utama.

ilustrasi

Cahaya lampunya mampu menerangi ruangan tapi tetap terasa teduh. Pencahayaan kubah dalam memakai teknologi dynamic white yang bisa berubah warna setiap hari, sedangkan tampilan luar kubah mengimitasi warna cahaya bulan yang diatur dengan komputer.

Halaman masjid telah dipasang keramik berwarna krem. Seluruh tiang penyangganya dilapisi besi lengkap dengan kipas angin. Langit-langit masjid juga ditambahkan hiasan gambar bola besar berwarna biru.

Selain itu, dibangun juga sebuah terowongan di kawasan Masjid Istiqlal. Lorong yang bernama Terowongan Silaturahmi tersebut berlokasi di halaman depan pintu Al Fattah.

Uniknya, terowongan ini menyambungkan dua titik, yakni Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, yang berada di sisi timurnya. Pembangunan terowongan ini menjadi contoh penerapan nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan kebersamaan antar umat beragama.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini