Singapura Belum Pasti Izinkan Warganya Berwisata ke Lagoi

Antara, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 406 2394255 singapura-belum-pasti-izinkan-warganya-berwisata-ke-lagoi-MTzEExHNfW.JPG Kawasan wisata Lagoi, Bintan, Kepri (Foto: Instagram/@rajanonamillani)

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) belum dapat memastikan apakah Pemerintah Singapura akan benar-benar membuka akses bagi warganya untuk berkunjung ke kawasan wisata di Lagoi, Kabupaten Bintan dan Nongsa, Kota Batam.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, pemerintah pusat melalui kementerian terkait yang memiliki akses dan kewenangan untuk membangun kesepakatan dengan Pemerintah Singapura agar wisatawan asal negara berlambang kepala singa dapat berkunjung ke Lagoi dan Nongsa.

Ia berharap Pemerintah Singapura membuka lockdown untuk warganya berkunjung ke Lagoi dan Nongsa pada 21 April 2021.

"Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri yang dapat melakukan komunikasi secara intensif dengan Pemerintah Singapura. Posisi Kepri sudah mempersiapkan Lagoi sebagai kawasan wisata yang paling aman dari penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," terang Buralimar.

Baca juga: 3.500 Pelaku Wisata di Batam dan Bintan Divaksin Covid-19

Ia menjelaskan, pemerintah pusat pada 15-16 Apri 2021 melihat kesiapan kawasan wisata Lagoi dan Nongsa menyambut kedatangan wisatawan asal Singapura.

Pemerintah pusat juga akan memantau kesiapan dua rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yakni Rumah Sakit Embung Fatimah di Batam dan Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib di Tanjungpinang.

"Pemantauan tidak dilakukan bersama Pemerintah Singapura," katanya.

Terkait kesiapan menerima kunjungan wisatawan asal Singapura, Buralimar juga mengatakan bahwa pemerintah pusat akan memantau pelaksanaan vaksinasi dan sistem penanganan Covid-19.

Baca juga: Bintan Siap Terapkan Travel Bubble, Ini Harapan Sandiaga Uno

Vaksinasi untuk mencegah Covid-19 dan sisten penanganan Covid-19 yang baik akan mendorong Pemerintah Singapura membuka akses bagi warganya berkunjung ke Lagoi dan Nongsa.

"Kami diperintahkan Kemenpar untuk melakukan monitoring, dan melaporkan perkembangan vaksinasi dan penanganan Covid-19 setiap pekan," ucapnya.

Buralimar menambahkan, wisatawan asal Singapura dalam setiap bulan terbanyak berkunjung ke Kepri sebelum pandemi Covid-19. Akses transportasi laut Lagoi-Singapura pun terbuka untuk memudahkan warga negara tetangga Bintan itu berkunjung ke Lagoi.

"60 persen pendapatan asli daerah di Bintan itu berasal dari sektor pariwisata. Sekarang kondisinya terpuruk akibat wisman tidak berkunjung ke Lagoi," katanya.

Menurut dia, perusahaan pariwisata di wilayah tersebut rata-rata hanya mampu bertahan sampai Agustus 2021 jika tidak memperoleh pendapatan dari wisatawan mancanegara.

Wisata  Bawah Laut Indonesia

Pemilik perusahaan pariwisata seperti perhotelan, resort dan restoran sudah menghabiskan uang untuk bertahan selama masa pandemi Covid-19. Biaya operasional dalam pengelola hotel, resort, restoran cukup besar, sementara tidak ada omzet selama pandemi.

Di Lagoi, Kabupaten Bintan, yang sudah sejak beberapa bulan lalu bersiap melayani wisman memiliki sebanyak 15 destinasi wisata, 10 di antaranya sudah tidak beroperasi. Beitu pula di Nongsa, memiliki 11 objek wisata, namun tidak seluruhnya beroperasi.

"Melihat kondisi ini, pemerintah pusat dan daerah tidak tinggal diam. Kami terus mengupayakan agar destinasi wisata di Lagoi kembali jaya. Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan wisatawan asal Singapura mengunjungi Lagoi dan Nongsa," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini