Penerbangan ke Australia Baru Bisa Pulih Pada 2024

Natalia Christine, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 406 2394889 penerbangan-ke-australia-baru-bisa-pulih-pada-2024-CTxP0iyesY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERJALANAN internasional Australia, seperti yang diketahui sebelum pandemi Covid-19 akan berbeda dengan tingkat perjalanan sebelumnya. Prediksi ahli ekonomi juga memperkirakan hal ini terjadi hingga 2024 mendatang.

Sebuah laporan baru oleh Deloitte Access Economics juga memperkirakan sekalipun perjalanan internasional dapat dilanjutkan sebelum tahun 2024, jumlah penumpang yang masuk dan keluar akan turun dari jumlah yang sebelumnya kurang lebih selama tiga tahun ke depan.

Pembukaan kembali perbatasan secara bertahap akan terus berdampak pada industri yang bergantung pada perjalanan ke luar negeri, seperti maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, dan operator pariwisata.

 Pesawat

“Untuk Australia, beberapa bentuk karantina akan tetap ada untuk beberapa wisatawan yang masuk untuk beberapa waktu," tulis mitra Deloitte, Chris Richardson, seperti yang dilansir dari 9News.

Sebagian besar perkiraan Richardson bergantung pada kecepatan peluncuran vaksinasi Covid-19 Australia, yang ia prediksi akan melampaui kecepatan mutasi virus.

“Jadi meskipun rasa sakit akan tetap ada terutama karena mutasi, berarti perbatasan internasional akan tetap kurang terbuka sepenuhnya lebih lama. Sebagian besar ekonomi Australia tampaknya akan mendekati kondisi normal sebelum pandemi pada Natal 2021.”

Perdana Menteri Scott Morrison telah menolak menetapkan batas waktu untuk semua warga Australia yang telah memenuhi syarat yang akan divaksinasi.

Merilis pernyataan di Facebook pada Minggu malam, Morrison mengatakan meskipun ia ingin melihat dosis tersebut diberikan pada akhir tahun, tetapi tidak mungkin untuk menetapkan target, mengingat banyaknya ketidakpastian yang terlibat.

Innes Willox, CEO dari Grup Industri Australia, mengatakan hari ini peluncuran vaksin yang tertunda dapat merugikan ekonomi USD1,4 miliar atau Rp20,4 miliar.

“Kami telah melakukannya dengan baik atas dasar kesehatan dan kami mungkin memenangkan perang kesehatan itu. Tetapi masalahnya di sini adalah bahwa kami terkungkung dari dunia luar,” kata Willox seperti yang dilansir dari 9News.

Baik imigran, mahasiswa maupun turis tidak diizinkan untuk masuk kedalam Negara Australia. Mr Richardson yakin jumlah kedatangan imigran tidak akan meningkat sampai 2023, yang dimana dapat menyebabkan kekurangan keterampilan untuk pasar kerja lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini