Bangkitkan Pariwisata, Pemkab Bogor Andalkan Promosi Digital

Antara, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 406 2394912 bangkitkan-pariwisata-pemkab-bogor-andalkan-promosi-digital-buK3iBaI57.JPG Bupati Bogor, Ade Yasin (Foto: Instagram/@ademunawarohyasin)

PEMKAB Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, akan meningkatkan promosi pariwisata di wilayahnya demi memulihkan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

"Dalam rangka pemulihan ekonomi, pariwisata menjadi sektor andalan," kata Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar usai rapat bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor di Cigombong, Bogor belum lama ini.

Menurutnya, kini Pemkab Bogor bersama stakeholder pariwisata tengah melakukan promosi wisata secara digital, karena lebih efektif di tengah pandemi.

Baca juga: Cerita Pramugari Anisa Fajar Bertugas saat Puasa, Telat Makan Sampai Asam Lambung Kambuh

Salah satu promosi secara digital yang dilakukan oleh Pemkab Bogor yaitu menggelar lomba video yang menayangkan lokasi-lokasi pariwisata Kabupaten Bogor.

Gus Udin sapaan Saepudin menyebutkan selain promosi, Pemkab Bogor memiliki sejumlah kendala dalam memajukan pariwisata, seperti lemahnya branding, lemahnya manajemen, rendahnya infrastruktur, transportasi publik kurang mendukung, dan maraknya pungli.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin menyebutkan, pandemi Covid-19 berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor yang diperkirakan mencapai 2,6 persen.

"Angka kemiskinan meningkat, prediksi presentase penduduk miskin Kabupaten Bogor tahun 2020 sebesar 9,26 persen, meningkat 2,6 persen dari tahun 2019 sebesar 6,66 persen," ungkapnya.

Selain meningkatnya angka kemiskinan, Pemkab Bogor juga memiliki sejumlah tantangan lain dalam melakukan pemulihan ekonomi. Beberapa di antaranya yaitu laju pertumbuhan ekonomi yang diprediksi menurun.

Kemudian, meningkatnya angka pengangguran di tahun 2020 yang diprediksi mencapai 12,97 persen, meningkat 3,91 persen dari tahun 2019 yang hanya 9,06 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini