Mengintip Kehidupan Suku Bada di Poso dengan Segudang Kebudayaannya

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 17 April 2021 03:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 549 2395934 mengintip-kehidupan-suku-bada-di-poso-dengan-segudang-kebudayaannya-jyFSfCcKLk.jpg Laely Indah Lestari berkunjung ke Suku Bada. (Foto: Instagram laelypassions)

MENGUNJUNGI Suku Bada di pedalaman Sulawesi membuat traveler banyak belajar tentang budaya. Seperti apa sih keseruannya?

Masyarakat Suku Bada tinggal di Lembah Bada yang terletak di Kabupaten Poso. Lembah ini terletak di paling selatan wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Wisatawan mudah mengaksesnya dengan berkendara dari Kota Palu. Anda melewati satu-satunya jalur kendaraan menuju lembah, tepatnya di jalur Tonusu-Bomba. Desa Tonusu berada di Kecamatan Pamona Pusalemba, Kabupaten Poso.

Baca Juga: Traveling Bukan Hanya Kesenangan, tapi Bisa Mengenal Budaya

Traveler budaya Laely Indah Lestari berkesempatan berkunjung ke suku pedalaman Sulawesi Tengah itu. Ia kagum, karena bisa interaksi dengan penduduk setempat, bisa memakai pakaian adat Putri Bada, mengenal lebih jauh tentang seni dan budaya Bada membuat Laely tertantang untuk melakukan perjalanan yang lebih luas lagi.

Di sana, Laely berkesempatan mengenakan pakaian adat khas Pedalaman suku Bada. Ia menjelaskan, pakaian adat Suku Bada dibuat secara khusus melalui tahap-tahap yang panjang dan cukup rumit. Pakaian ini memiliki motif tertentu dan dipakai pada waktu tertentu saja.

 laely

Laley memakai hiora yang berarti mahkota ratu atau putri orang Bada. Dipercantik dengan awalo atau kalung, kaewa atau baju atasan dan wini yang berarti rok.

"Rasanya bangga sekali, merasa bagaikan seorang Putri Bada sesungguhnya, padahal cuma tamu."

"Saat memasuki salah satu rumah warga, surprise ternyata sudah disiapkan pakaian adat yang sangat indah ini, lengkap dengan mahkota dan kalungnya yang sangat cantik," ungkapnya kepada Okezone.

Laely juga mengikuti upacara penghormatan, menurut adat Bada, dimulai dengan penyematan Tali Bonto. Kali ini secara khusus yang menyematkan adalah seorang ibu pemangku adat terpilih.

Tali Bonto disematkan di atas kepala dengan diiringi kata-kata menggunakan bahasa daerah Bada yang sangat fasih. "Seketika aura budaya yang sangat kental lebih terasa menjiwai."

Perlu diketahui, penyematan Tali Bonto adalah sebagai tanda penghargaan bahwa sudah mengunjungi wilayah Bada dan diterima secara kekeluargaan oleh masyarakat Suku Bada," ucapnya.

Saat upacara adat, Laely juga harus melakukan sederet ritual adat Suku Bada. Di sana Laely memakan beras mentah putih, yang mempunyai arti telah menyatu dengan masyarakat Bada.

 laely

Kemudian, pemilik Instagram @laelypassions ini memegang telur dan ayam putih yang berarti telur adalah ketulusan hati dan ayam mempunyai hubungan keeratan dengan manusia.

"Ketiga benda tersebut diserahkan oleh masyarakat Bada untuk aku bawa pulang sebagai buah tangan, Sebagai simbol hubungan kedamaian dan keakraban."

"Budaya Bada bikin sekejap langsung jatuh cinta," katanya.

Tak cukup itu, Laely juga berkenalan dengan ketua adat dan pemangku adat Suku Bada. Mereka bertemu dan banyak mengobrol seputar budaya Bada.

Laely pun diajak ke Palindo, patung megalitik yang merupakan situs tua peninggalan masyarakat Austronesia.

 laely

"Palindo sang penghibur, menjadi daya tarik mempesona di Lembah Bada yang tidak mungkin terelakkan," tutur Laely.

Baginya, Bada bukan hanya sebuah tempat yang menarik dan indah. "Tapi di sana saya menemukan indahnya suatu keakraban dan kekeluargaan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini