Bunga Mawar di Arab Saudi Bermekaran di Bulan Ramadhan

Gracella Kezia, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 406 2396286 bunga-mawar-di-arab-saudi-bermekaran-di-bulan-ramadhan-TfXkSEdaiC.jpg Pria memetik mawar di Taif, Arab Saudi (Foto SPA/Arab News)

SETIAP musim semi, bunga mawar bermekaran di Kota Taif, Arab Saudi, mengubah pemandangan lanskap gurun yang luas di wilayah Kerajaan tersebut, menjadi merah muda cerah dan harum semerbak.

Pada April, bunga mawar dipanen dijadikan minyak esensialnya yang digunakan untuk membersihkan dinding luar Kakbah di Masjidil Haram, Kota Makkah.

Melansir Arab News, Sabtu (17/4/2021), tahun ini, panen mawar jatuh dalam bulan Ramadhan.

Baca juga:  Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat Jadi 10 Rakaat

Para pekerja di pertanian Bin Salman merawat dan memetik puluhan ribu bunga mawar setiap hari untuk dijadikan air mawar dan minyak wangi, serta komponen berharga dalam industri kosmetik dan kuliner.

Minyak wangi tersebut sangat populer di kalangan jutaan Muslim yang mengunjungi Arab Saudi setiap tahun untuk berziarah, atau beribadah haji maupun umrah. Pola tumbuhan dan bunga telah lama menjadi bagian dari seni Islam.

Taif dikenal sebagai Kota Mawar. Taif memiliki lebih dari 800 perkebunan bunga dengan sekitar 300 juta bunga mekar setiap tahunnya, banyak di antaranya telah dibuka untuk wisata

 

Sementara pekerja memetik bunga di ladang, pekerja lainnya bekerja di gudang, mengisi dan menimbang keranjang dengan tangan. Bunganya kemudian direbus dan disuling.

"Kami mulai merebus mawar dengan api besar hingga hampir menguap, dan ini memakan waktu sekitar 30 hingga 35 menit," kata Khalaf Al-Tuweiri, pemilik pertanian Bin Salman kepada AFP.

Baca juga:  Arab Saudi Kembangkan Bunga Melati Jadi Peluang Investasi

“Setelah itu kami menurunkan panasnya selama sekitar 15 hingga 30 menit hingga proses penyulingan dimulai, yang berlangsung selama delapan jam.”

Setelah minyak mengapung ke atas stoples kaca, proses ekstraksi pun dimulai. Minyak kemudian diekstraksi dengan jarum suntik besar untuk mengisi botol berukuran berbeda, yang terkecil seharga SR400 atau sekita Rp1,5 juta.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini