Asyik Main di Pantai, Seorang Balita Diserang Anjing Liar

Natalia Christine, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 406 2396302 asyik-main-di-pantai-seorang-balita-diserang-anjing-liar-517bBnANWS.jpg Dingo atau anjing liar Australia (king-animal.blogspot.com)

SEORANG anak berusia dua tahun luka-luka usai diserang dingo atau anjing liar Australia saat bermain di Pantai Orchid, Pulau Fraser, Queensland, Australia. Balita laki-laki itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bundaberg.

Peristiwa itu terjadi, Sabtu (17/4/2021). Sekitar pukul 07.40 waktu setempat, layanan darurat dipanggil ke Pantai Orchid untuk membantu sang anak yang diserang oleh dingo. Balita itu mengalami luka-luka di bagian leher, bahu, dan paha.

Baca juga: Kentut di Depan Polisi, Pria Ini Didenda Rp8,5 Juta

Korban diserang anjing saat pergi meninggalkan tempat yang digunakan keluarganya untuk menginap selama liburan di pulau tersebut.

Paramedis Layanan Ambulans Queensland, Kevin Charteris mengatakan, para tetangga dan orang-orang yang mengamati kejadian ini mengusir dingo dan mencoba menghentikan pendarahan pada sang anak.

Kevin mengatakan bahwa keluarga dari anak laki-laki tersebut sebenarnya sudah sangat waspada dan bertanggung jawab.

“Mereka mengunci rumah mereka dengan aman (untuk malam ini), mereka akan memeriksa ulang semuanya. Mereka sangat waspada. Sayangnya, pagi ini, (mereka) sedang tidur dan menemukan bahwa salah satu dari anak mereka entah bagaimana berhasil pergi,” kata Kevin seperti yang dilansir dari ABC News.

Beruntung balita tersebut selamat meski badannya luka-luka.

Baca juga: Kapal Ini Akhirnya Kembali Setelah 18 Bulan Menghindari Corona di Kutub Selatan

Peristiwa ini adalah serangan kedua yang dilaporkan di Pulau Fraser sepanjang 2021. Anak lain di Pulau Fraser juga pernah menjadi korban gigitan pada Februari lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Lingkungan dan Sains mengatakan penjaga sedang berusaha menyelidiki serangan dingo dan mewawancarai saksi yang ada ditempat kejadian.

Departemen tersebut tidak mengetahui secara pasti apakah dingo yang menyerang anak laki laki itu sebelumnya menunjukkan perilaku yang bermasalah atau tidak.

Pernyataan departemen mengatakan keputusan apa pun tentang pengelolaan dingo akan dibuat setelah diidentifikasi. Keputusan akan dibuat bekerja sama dengan pemilik tradisional, Butchulla Aboriginal Corporation, dan yang memiliki kepentingan lainnya.

“Orang orang diingatkan untuk berhati hati dengan dingo dan tidak memberi makan ataupun berinteraksi.”

Anggota kru Life Flight, Shaun Gillespie mengatakan, orang tua dari anak laki laki yang berusia dua tahun itu merasa kesal dan terkejut dengan serangan yang terjadi pada anaknya.

“Anda tidak mengharapkan ini terjadi, tetapi di Pulau Fraser, dengan populasi dingo liar, Anda harus waspada terhadap hal semacam ini.”

Meski terluka, namun anak laki laki berusia dua tahun itu tetap menikmati perjalanannya menuju rumah sakit dengan memainkan iPad dalam penerbangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini