Tes Apa Saja untuk Menjadi Pramugari? Anisa Fajar Ungkap Faktanya

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 19 April 2021 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 406 2396661 tes-apa-saja-untuk-menjadi-pramugari-anisa-fajar-ungkap-faktanya-byco3RDkRr.jpg Pramugari Anisa Fajar. (Foto: Instagram)

3. Medical Check-up

Pramugari akan dicek kesehatannya secara menyeluruh dan mendetail. Tes medis ini meliputi ambil darah, cek telinga, kesehatan mata, postur badang, gigi, rontgen keseluruhan, dan lain sebagainya.

“Jadi kesehatan aku dicek semua dari ujung kaki sampai ujung kepala. Di rontgen dan ada pengecekan telinga, gigi, anus, dan kesehatan mata juga. Lengkap banget,” ujar Anisa.

Dalam tes ini, calon pramugari juga akan diminta untuk berjalan dengan menggunakan pakaian dalam saja. Hal ini dimaksudkan untuk melihat postur badan dan pengecekan keberadaan tato atau bekas luka pada tubuh. Jika ada tato atau bekas luka, maka sangat disayangkan karena Anda tidak bisa menjadi pramugari. Sementara itu, Seluruh pengecekan dilakukan oleh tenaga medis perempuan.

4. Tes Kraepelin

Kraepelin merupakan tes psikologi yang sering digunakan dalam proses rekrutmen di perusahaan. Tes ini dimaksudkan untuk mengukur perhatian seseorang dalam jangka waktu singkat yang sudah ditentukan. Terdapat 45 jalur angka dengan nominal 0 sampai 9 dalam sebuah lembar tes Kraepelin, juga 60 angka yang disusun vertikal secara acak pada masing-masing jalur.

Peserta tes harus menjumlahkan dua angka terdekat dalam lembar tes tersebut selama waktu yang ditentukan. Tes ini bertujuan untuk mengukur level atensi seseorang dalam jangka waktu tertentu.

5. Background Check

Tes satu ini serupa dengan tes wawancara di awal, namun pertanyaan yang diberikan akan lebih mendalam lagi seperti seputar asmara dan ranah pribadi. Nah, calon pramugari jangan sampai bohong saat menjawab pertanyaan pewawancara pada tes ini, ya!

“Kita ditanya oleh ahlinya langsung. Contoh, apakah kamu pernah menggunakan narkoba, apakah kamu pernah berpacaran berapa lama. Itu kita harus jujur. Kita harus jawab jujur karena kalau bohong itu ketahuan,” jelas Anisa.

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini