Apa Sih Risiko Menjadi Pramugari Paling Menyedihkan?

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 19 April 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 406 2396733 apa-sih-risiko-menjadi-pramugari-paling-menyedihkan-FzXbnJpSqo.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PRAMUGARI salah satu profesi yang beruntung, karena bisa berkeliling dunia gratis, bertemu banyak orang, hingga menerima gaji tinggi. Tapi di balik semua itu, pramugari juga pekerjaan yang cukup berisiko.

Walaupun deretan keuntungannya menggiurkan, tapi sebelum jadi pramugari alangkah baiknya jika Anda tahu terlebih dahulu risiko yang didapat saat bekerja.

Seorang mantan pramugari Anisa Fajar menceritakan pengalamannya.

Lantas, berikut risiko yang harus diterima saat menjadi kru kabin. Yuk simak!

Jarang Bertemu Keluarga

 Anisa

Bagi mantan pramugari asal Cianjur itu, risiko terbesar yang harus didapatkan saat menjadi pramugari adalah tidak bisa selalu bertemu dengan keluarga, terutama Ibunya. Terlebih, Anisa ditempatkan di Bali, sangat jauh dari kampung halamannya.

Jauh dari sanak keluarga memang kenyataan pahit yang cukup menyiksa bagi sebagian besar kru kabin. Terlebih mereka yang punya hubungan dekat dengan keluarganya. Namun, itu adalah salah satu konsekuensi yang diterima jika ingin menjadi pramugari.

Mengalami Pelecehan Seksual

 

Dalam sehari seorang pramugari bertemu dengan ratusan orang. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tidak semua orang yang menumpangi pesawat merupakan orang baik, beretika, dan punya sopan santun. Kerap kali pramugari dilecehkan baik secara verbal maupun fisik oleh penumpangnya sendiri.

Kejadian buruk seperti itu juga pernah dialami oleh Anisa. Ia kemudian menyampaikan, sebagai korban, pramugari bisa melaporkan berbagai macam tindak tidak mengenakan yang didapat dari penumpang kepada pilot. Hal merugikan tersebut juga bisa ditindaklanjuti secara lebih serius lagi.

Dipandang Sebelah Mata

 

Sebagian masyarakat awam menganggap pramugari adalah ‘pembantu’ di dalam pesawat. Tugasnya hanya menuruti segala permintaan penumpang. Belum lagi desas-desus yang tidak pernah bosan membahas tentang sisi kelam pramugari. Oleh karenanya, pramugari sering kali dipandang sebelah mata.

Padahal pada kenyataannya, tugas pramugari bukan semata-mata melakukan setiap suruhan penumpang. Tugas utama seorang kru kabin adalah memastikan keamanan penumpang pesawat. Untuk jadi pramugari pun bukan hal mudah dan hanya mengandalkan kecantikan saja. Berbagai tes serta pelatihan harus dilewati, seperti pelatihan memberikan pertolongan pertama, memadamkan api, menghadapi perbedaan sifat manusia, dan sebagainya.

Tidak semua pramugari pun seburuk yang dibicarakan kebanyakan orang. Banyak sekali pramugari yang benar-benar bekerja untuk menghidupi keluarganya dan selalu berusaha menghindari sisi buruk dari pekerjaannya.

Namun, stigma negatif tersebut memang sudah sangat sulit untuk diubah. Oleh karenanya, seorang pramugari harus menulikan telinga dari omongan tidak mengenakan.

Sering Telat Makan

Demi memberikan pelayanan maksimal untuk penumpang, pramugari acap kali lupa untuk memperhatikan kesehatannya sendiri. Belum lama ini, Anisa Fajar menceritakan pernah terkena asam lambung saat terbang ketika Ramadhan. Ketika itu, ia memilih untuk mengutamakan kebutuhan penumpang terlebih dulu, sebelum makan.

Jam Tidur Berantakan

Jam kerja pramugari tidak seperti karyawan kantoran yang bekerja dari pukul 09.00 hingga 17.00. Hal ini dikarenakan jadwal penerbangan tidak selalu ada pada siang hari.

Jika ditugaskan pada penerbangan pagi, mau tidak mau pramugari harus bersiap sejak subuh bahkan dini hari. Jika jadwal terbangnya adalah malam, mereka harus tetap terjaga untuk mengurus penumpang. Jam tidur pun jadi berantakan dan tidak menentu.

Kondisi seperti itu tentunya merugikan bagi tubuh. Tapi, itu adalah risiko yang harus diterima setiap pramugari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini