Main Bareng Monyet di Lembah Neraka? Beneran Ada Loh!

Mila Widya Ningrum, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 408 2396675 main-bareng-monyet-di-lembah-neraka-beneran-ada-loh-VP7S0vyFft.jpg Jigokudani Jepang. (Foto: Atlas Obsura/Alexisfong)

MAIN bareng monyet di "Lembah Neraka'? Di Jepang Anda bisa berkunjung ke Taman Jigokudani.

Ya, Jigokudani disebut-sebut sebagai "Lembah Neraka". Dinamakan begitu karena mata air panas, memiliki tanah yang keras, dan iklim dingin bersalju.

Salju menutupi tanah lebih dari 4 bulan setiap tahunnya dan lembah ini dilapisi dengan tebing bergerigi, menjorok lebih dari 2.500 kaki ke udara.

Taman ini paling terkenal dengan populasi Monyet Jepang, yang juga dikenal sebagai Monyet Salju, primata non-manusia yang paling banyak hidup di utara.

Baca Juga: Mengintip The Royal Vault St George Chapel, Makamnya Pangeran Philip

taman monyet

Suatu saat di awal tahun 1960-an, yang memiliki karakter pintar ini memutuskan untuk mencoba air dari mata air panas alami. Setiap musim dingin mereka turun dari hutan untuk menghangatkan diri di uap yang mereka telah temukan.

Beberapa mata air panas bahkan mencapai suhu di atas 50 derajat Celcius. Para monyet bersama dengan pengunjung kawasan tersebut merapat ke kolam air.

Meskipun secara teknis bukan hal yang religius, Monyet Salju populer dalam dongeng Jepang dan saluran sebagai pembawa pesan dewa gunung dan sungai Shinto. Meskipun wilayahnya terpencil, tidak diragukan lagi bahwa melihat monyet di perasingan spa mungkin merupakan pengalaman menakjubkan dan spiritual tersendiri.

Taman Monyet Jigokudani terletak di dekat kota Yamanouchi. Dekat kota terbesar yaitu Nagano. Bus ekspres dari Kota Nagano ke Stasiun Yudanaka seharga 1.400 yen atau sekitar Rp187 ribu. Anda juga dapat naik kereta lokal dari Nagano ke Stasiun Yudanaka dan dari sana naik bus atau taksi lokal ke pintu masuk taman.

Dari pintu masuk taman, tinggal berjalan kaki yang berjarak 1,6 km ke taman itu sendiri. Sepatu bot dan jaket salju bisa disewa dari pusat informasi, karena tanah bisa licin di musim dingin.

Monyet-monyet itu diberi makan pada pagi hari, setelahnya mandi di mata air panas, lalu pergi tidur saat malam hari. Jadi sebaiknya berkunjunglah lebih awal hingga tengah hari untuk melihat pemandangan monyet yang sedang makan dan mandi.

Taman ini dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi musim dingin adalah waktu yang terbaik untuk berkunjung. Karena saat itu semuanya tertutup salju.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini