Masjid Merah Lubuklinggau, Bukti Cinta Mualaf China kepada Islam di Tanah Musi

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Senin 19 April 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 408 2396924 masjid-merah-lubuklinggau-bukti-cinta-mualaf-china-kepada-islam-di-tanah-musi-4OwUMrKYNq.JPG Masjid Musi Al-Muallaf di Lubuklinggau, Sumsel (Foto: MNC Portal Indonesia/Era Neizma)

ADA yang menarik hingga menyedot perhatian masyakarat Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan di bulan Ramadan ini, yaitu bangunan Masjid Musi Al-Muallaf yang berarsitektur China.

Masjid yang terletak di Jalan Kali Kesik, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1 ini merupakan masjid bernuansa oriental dengan paduan warna merah terang dan kuning keemasan.

Bahkan, sejak diresmikan beberapa waktu lalu langsung menjadi salah satu tujuan wisata religi favorit baru di Kota Lubuklinggau.

Sekretaris Masjid Musi Al-Muallaf, Sepriyanto menurutkan, Masjid Musi Al-Muallaf ini dibangun oleh seorang mualaf warga keturunan Tionghoa bernama Agussyah.

Baca juga: Masjid Sunda Kelapa, Tempat Berburu Takjil hingga Tarawih Berjamaah

Ia sengaja membangun masjid ini sebagai bentuk kecintaannya kepada Islam. Selain itu, banyak sekarang warga menyebutnya sebagai Masjid Cheng Ho-nya Lubuklinggau karena ornamennya sangat mirip Masjid Cheng Ho di Kota Palembang.

Masjid Musi Al Muallaf

(Foto: MNC Portal/Era Neizma)

"Masjid ini diberi nama Masjid Musi Al-Muallaf karena pewakafnya orang Tionghoa mualaf dan istrinya kebetulan warga Suku Musi. Jadi, namanya perpaduan nama suku dan agama," kata Sepriyanto.

Dijelaskannya, pemilihan warna merah dan kuning emas dilatari oleh permintaan sang istri dari yang pemberi wakaf agar diberi warna merah dan ornamen Tionghoa mengikuti budaya dari suaminya.

Ia pun meminta doa dan dukungan dari masyarakat Kota Lubuklinggau ke depan agar pengurus masjid mampu membangun pagoda dan memperlebar area lahan parkir masjid.

Sejak rampung Idul Fitri tahun lalu, masjid dengan luas bangunan 16x20 meter persegi dan mampu menampung 300 orang jamaah ini sudah dimanfaatkan masyarakat muslim untuk beribadah sehari-hari.

"Untuk Ramadan tahun ini masjid ini menggelar tarawih perdana, alhamdulillah antusias masyarakat yang salat tarawih berjamaah lumayan banyak," kata dia.

Selain jamaah warga lokal, juga banyak jamaah dari luar wilayah Kali Kesik yang merasa penasaran dengan keunikan dan keindahan arsitektur masjid bernuansa Tionghoa ini.

“Bukan hanya warga Lubuklinggau, yang datang karena penasaran terutama saat sebelum bulan suci Ramadan kemarin, bahkan ada yang sengaja datang dari Provinsi Bengkulu untuk foto-foto dan sengaja salat," ungkapnya.

Selama Ramadan, Masjid Musi Al-Muallaf ini menyediakan menu buka puasa bersama untuk jamaah yang singgah ke masjid ini. Setiap menjelang berbuka puasa diselenggarakan kuliah tujuh menit alias kultum dan usai ibadah salat tarawih dilanjutkan kegiatan tadarus Alquran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini