Travel Bubble Kepri-Singapura Ditunda Lagi hingga Agustus 2021

Antara, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 406 2397486 travel-bubble-kepri-singapura-ditunda-lagi-hingga-agustus-2021-fm23Z8HIai.JPG Kawasan wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau (Foto: Instagram/@rajanonamillani)

RENCANA pembukaan perbatasan secara terbatas melalui gelembung perjalanan antara Singapura dengan Nongsa di Batam, dan Singapura dengan Bintan Resort di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengalami penundaan.

"Pada 7 Mei kemungkinan belum. Makanya kita mesti tekan terus (angka penularan Covid-19)," kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Ia mengaku telah bertemu dengan Konjen Singapura, yang menyatakan kemungkinan rencana Travel Bubble bisa dilaksanakan pada Agustus 2021.

Baca juga: Singapura Belum Pasti Izinkan Warganya Berwisata ke Lagoi

Awalnya, Travel Bubble antara Nongsa-Singapura dan Bintan-Singapura dibuka pada 21 April 2021, bertepatan dengan Hari Kartini. Namun, kemudian diundur hingga 7 Mei 2021, dan diundur kembali hingga Agustus 2021.

Dalam rencana penerapan Travel Bubble, Pemerintah Singapura memertimbangankan penularan Covid-19. Meski secara kawasan khusus di Nongsa dan Bintan Resort angka penularan bisa dikendalikan, namun secara keseluruhan di Kepri meningkat.

"Kita mendorong ini bicara point to point. Artinya kita bicara Singapura-Nongsa dan Singapura Bintan Resort. Maka kawasan itu betul-betul kita jaga. Tapi Singapura pasti mempertimbangkan kondisi Covid-19. Maka kita jaga betul ini," terangnya.

Pihaknya tetap mendorong agar Travel Bubble dengan Singapura agar bisa dilaksanakan, demi menghidupkan kembali sektor pariwisata yang tumbang karena pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Ansar menyatakan kekhawatirannya apabila perbatasan untuk perjalanan pariwisata tidak segera dibuka, maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja di hotel dan resor.

"Karena kita menjaga juga, jangan sampai kawasan-kawasan wisata yang masih bertahan karyawannya, PHK besar-besaran. Bertambah berat beban kita ke depan, bicara pertumbuhan ekonomi," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini