Libur Lebaran 2021, Tempat Wisata Boleh Beroperasi dengan Prokes

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 406 2397838 libur-lebaran-2021-tempat-wisata-boleh-beroperasi-dengan-prokes-MQTARkNOg0.jpeg Menparekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat.

Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19.

Baca juga:  Kunjungan Wisatawan ke Karimunjawa Diharapkan Meningkat saat Libur Lebaran 2021

Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

“Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021.

 

Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin.

Baca juga: Sandiaga Uno Ingin Kembangkan Travel Pattern di Tanah Daeng

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021.

“Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini