Share

Kisah Andreas Nginap di Hotel Angker Medan, Apes Banget Deh

Mila Widya Ningrum, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 406 2397948 kisah-andreas-nginap-di-hotel-angker-medan-apes-banget-deh-294kgyye1d.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PENGALAMAN menegangkan ini dialami oleh seorang warganet bernama Andreas yang sedang mengunjungi Kota Medan pada akhir Juli 2019. Apes, kunjungannya ke Kota Medan itu bukannya tidur nyenyak di hotel, tapi malah dapat pengalaman mistis.

Dikutip Okezone dari Quora, Andreas berkunjung ke Kota Medan untuk menggarap satu event. Kala itu, ia sampai di Kota Medan pada pukul 13.00 WIB dan langsung mampir ke venue tempat event untuk melihat progress di sana. Setelah itu, Andreas langsung pergi ke penginapan yang sudah ia pesan.

Penginapan ini cukup dikenal oleh segelintir orang. Karena harganya yang murah, foto-foto kamar yang cukup menarik dan untuk Andreas yang terpenting lokasinya tidak jauh dari tempat acara diadakan.

Baca Juga: 5 Penumpang yang Bakal Diperlakukan Spesial di Pesawat

Andreas berniat untuk menginap 7 hari di hotel ini dan hanya perlu mengeluarkan biaya Rp1 jutaan saja untuk menginap selama seminggu di sini. Mengingat keperluan Andreas di hotel ini hanya untuk tidur saja, karena ia akan lebih menghabiskan waktu di tempat acaranya.

 hotel

Kamar Andreas terletak di lantai 3 yang mengharuskan dirinya menaiki tangga karena hotel ini tidak memiliki lift. Lorong-lorong kamar yang berbaris berhadapan dengan dinding yang berwarna abu-abu disetiap lantainya, penerangan yang minim dan terkesan kusam.

Menurut Andreas, layout kamar di lorong lebih mirip seperti indekos, bahkan di beberapa titik pun terlihat bekas rembesan air. Sehingga terlihat kurang terawat dan hawanya pun lembap.

Hotel yang dipilih oleh Andreas dari aplikasi ini menunjukan kamar yang minimalis dan simple. Tapi siapa sangka setelah sampai di kamar tidak seterang seperti di foto, hanya ada 4 lampu di kamar ini yang berada di ranjang 2, di depan TV 1, dan 1 lagi di dalam kamar mandi. Lampunya yang remang-remang menimbulkan kesan yang suram dan bau lembap di kamar ini pun menyeruak hidung Andreas.

 

Hal yang pertama kali Andreas lakukan setelah sampai di kamar yaitu mengecek keadaan kamar mandi. Menekan saklar lampu dan memutar knop pintu dan melihat-lihat sekelilingnya, Andreas pun merasakan ada yang tidak beres dari kamar mandi ini.

Berusaha beradaptasi di kamar hotel ini karena sudah dibayar untuk 7 hari ke depan, saat Andreas rebahan di ranjang ia menemukan 1 helai rambut panjang yang agak ikal, tetapi Andreas pun mengabaikannya.

Anehnya, saat menyantap makanan yang Andreas pesan melalui aplikasi online sambil menonton TV, dirinya terus berkeringat. Sedangkan makanan yang Andreas sedang santap ini tidak sama sekali pedas, tapi ia merasakan hawa panas dan pengap di kamar ini.

Sehabis makan, Andreas merasa seperti ada sosok yang memperhatikan dari arah kamar mandi. Berusaha mengalihkan, tetapi tetap pandangan Andreas tertuju lagi dan lagi ke arah depan pintu kamar mandi.

Ketakutan melanda Andreas, sehingga dirinya menghubungi call center aplikasi penginapan ini untuk merefund dengan alasan tidak sesuai dengan di foto. Sayangnya tidak dapat di-refund.

Petugas hotel menanyakan apa yang terjadi, dan menawarkan untuk pindah kamar. Tetapi kamar lain pun terlihat sama saja.

Andreas pun bergegas check out dan mengemas seluruh barang bawaannya, setelah mendapat izin dari atasannya untuk pindah hotel setelah menceritakan keadaan di hotel di sini.

Petugas resepsionis menanyakan alasan Andreas check out, lalu Andreas pun menceritakan semuanya, dan respon petugasnya pun mengejutkan “Setahu saya yang seram adanya di lantai 2, di lantai 3 enggak terlalu mengganggu." ucap petugas resepsionis itu.

Sesampai di hotel yang baru, Andreas mengecek hotel yang ia sempat tempati selama 3 jam itu di Google Maps, lalu ia menemukan bangunan kosong yang entah sudah berapa lama terbengkalai, yang diubah menjadi penginapan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini