Melihat Alquran Tulisan Tangan Peninggalan Kesultanan Palembang di Museum Subkoss

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 408 2397544 melihat-alquran-tulisan-tangan-peninggalan-kesultanan-palembang-di-museum-subkoss-csiZfZRuM0.jpeg Alquran yang ditulis dengan tangan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam di Museum Subkoss Sriwijaya, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (MNC Portal/Era Neizma)

SEBUAH Alquran hasil tulisan tangan yang dibuat pada tahun 1925 tersimpan rapi di Museum Subkoss Sriwijaya, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Mushaf tersebut merupakan hadiah dari Kesultanan Palembang Darussalam.

Koleksi Alquran ini mampu menarik minat wisatawan datang ke museum terletak di Jalan Garuda tersebut. Banyak pengunjung penasaran ingin melihat dan mengabadikan langsung Alquran ini dengan kameranya.

Baca juga: Majalengka Punya Alquran Berusia 3 Abad, Begini Wujudnya

Sejarahwan Kota Lubuklinggau, Suwandi mengatakan, Alquran tulisan tangan tersebut merupakan hadiah dari Kesultanan Palembang yang diberikan bersamaan dengan didirikannya Kota Lubuklinggau.

Menurut Suwandi, Alquran ini awalnya dihibahkan dari Kesultanan Palembang ke Masjid Agung Al Bari untuk dipelajari.

Namun, seiring berjalan waktu semakin banyak Alqur’an, sehingga musfah hasil tulisan tangan itu tidak digunakan lagi.

ilustrasi

Foto MNC Portal/Era Neizma

Pada 15 Januari 1988, saat didirikan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, pengurus Masjid Agung Al Bari akhirnya menyerahkan Alqur’an bersejarah itu ke museum agar dijadikan koleksi.

Baca juga: Berziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol, Ulama Pemberani yang Diasingkan Belanda

"Karena sudah banyak Alqur’an baru, akhirnya Alqur’an kuno tulisan tangan itu diberikan kepada Museum Subkoss untuk disimpan sebagai bukti peninggalan sejarah," jelas Suwandi.

Sesuai penelitiannya, Alquran itu ditulis tangan dengan tinta hitam yang panjangnya 32 cm, lebar 22 cm dan tebal 8 cm.

Sedangkan kertasnya berasal dari Eropa buatan abad ke XVII dan bermutu tinggi.

“Sehingga wajar walau pun usianya sudah puluhan tahun namun kondisinya tetap utuh," ujar Suwandi.

Perbedaan Alqur’an cetakan mesin atau baru dengan Alquran tulisan tangan terletak pada akhir Surah Al-Fatihah. Alquran baru cetakan mesin umumnya di ujung Surah Al-Fatihahnya tidak ada tambahan “Aamin”.

Sedangkan untuk Alqur’an tulisan tangan ini ada tambahan Aamiinnya di ujung surat. Sementara untuk isinya sama.

 ilustrasi

Selain dapat melihat Alqur’an tulisan tangan di Museum Subkoss, pengunjung juga bisa melihat Bendera Pusaka yang dibuat dan dijahit oleh M Yakub Lakin Veteran (alm) pada tahun 1949.

Bendera Merah Putih berukuran 300 x 200 cm itu dikibarkan pertama kali pada waktu penyerahan (case fire) antara Belanda dan Tentara Republik di halaman kantor RAD (marga) di Desa Muara Kati Baru I atas perintah tentara Republik Indonesia di Lubuklinggau Tahun 1949. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini