Sudah Berdiri 1.500 Tahun, Hagia Sophia Direnovasi dengan Teknik Canggih

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 408 2397953 sudah-berdiri-1-500-tahun-hagia-sophia-direnovasi-dengan-teknik-canggih-sfgnVsN8k9.jpg Hagia Sophia. (Foto: Instagram haroonsays)

MASJID Hagia Sophia yang menjadi landmark Istanbul menjalani restorasi menggunakan teknik paling canggih. Dikatakan Direktur Budaya dan Pariwisata Coskun Yilmaz, teknik tersebut dapat menjadi contoh bagi dunia.

Melansir laman AA, Coskun Yilmaz menyatakan bahwa Hagia Sophia memiliki sejarah selama 1.500 tahun. Keadaan politik, sosial, budaya dan bencana alam yang dialami dalam proses sejarah ini lantas meninggalkan jejak pada strukturnya.

Baca Juga: Melihat Alquran Tulisan Tangan Peninggalan Kesultanan Palembang di Museum Subkoss

 hagia

Dia mencatat bahwa Hagia Sophia dibakar dalam kerusuhan Nika, menderita invasi Latin, dan terkena gempa bumi besar, kebakaran, dan bencana lainnya.

“Nyatanya, pekerjaan pendukung, pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan oleh Mimar Sinan ini membentuk Hagia Sophia sejak abad ke-16 hingga saat ini dan akan membawanya ke abad-abad berikutnya,” ujarnya.

Yilmaz mengatakan bahwa arsitek pada masa itu menyatakan, jika bukan karena pekerjaan perbaikan yang diawasi oleh arsitek Utsmaniyah Mimar Sinan, orang hanya akan membicarakan reruntuhan Hagia Sophia hari ini.

“Untuk itulah, Mimar Sinan dapat disebut sebagai salah satu arsitek dari Hagia Sophia,” ucapnya.

Dia membandingkan pekerjaan restorasi di Hagia Sophia dengan menggali sumur dengan jarum dan mengatakan perlu mengevaluasi serta menggunakan tiga hingga lima metode berbeda untuk memperbaiki struktur marmer ini dan menyatukan bagian-bagiannya.

"Ini mungkin tampak aneh bagi Anda, tetapi bahkan sepotong marmer sekecil kepala peniti terdeteksi dan difoto. Perhitungan dan gambar milimetrik dibuat dan diganti.”

"Hagia Sophia telah mengungkapkan kepada dunia sistem, model, dan struktur teladan tentang cara melindungi warisan budaya dari berbagai kepercayaan juga peradaban. Ini adalah tradisi yang berasal dari akar dan praktik sejarah kita. Berbagai diplomat yang saya temui baru-baru ini juga mengakui hal ini," dia berkata.

Yilmaz menyatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memantau dengan cermat restorasi di Hagia Sophia ketika masih berupa museum dan selama proses mengubahnya kembali menjadi masjid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini