Mengenang Pahlawan Emansipasi di Monumen Ari-Ari Kartini

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 408 2398299 mengenang-pahlawan-emansipasi-di-monumen-ari-ari-kartini-hk1Fd803Nn.jpg Monumen Ari-Ari Kartini di Mayong, Jepara (Foto jepara.go.id)

HARI Kartini diperingati tiap 21 April. Hari kelahiran Raden Adjeng Kartini dijadikan sebagai momentum untuk mengenang perjuangan pahlawan emansipasi wanita itu untuk mewujudkan kesetaraan, sekaligus manjadi inspirasi bagi perempuan dalam mewujudkan cita-cita serta mengisi pembangunan.

Nah, 142 tahun lalu, RA Kartini lahir di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kartini merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Ayah Kartini dulunya adalah seorang Wedono Mayong.

Baca juga: Kembangkan Wisata Halal, Sandiaga Uno Segera Kunjungi Sumbar dan Aceh

Peninggalan Kartini di Palemkarep tidak terlalu banyak. Rumah tempatnya dilahirkan sudah dibongkar. Namun, Anda bisa melihat Monumen Ari-Ari Kartini, plasenta RA Kartini ditanam.

Monumen Ari-Ari Kartini berada di samping Kantor Kecamatan Mayong. Dibangun Pemkab Jepara pada 1979 dan direnovasi pada 1981 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef.

Di kawasan tempat bersejarah tersebut ada monumen, sumur dan tugu yang diyakini dulunya menjadi lokasi rumah keluarga Kartini. Ada hal unik dari monumen tersebut, yakni bentuknya yang menyerupai bunga teratai.

Baca juga: Libur Lebaran 2021, Tempat Wisata Boleh Beroperasi dengan Prokes

Mengutip dari laman resmi Kabupaten Jepara, lekuk pada bunga teratai itu bermakna kelahiran. Kuncup kedua dari atas berjumlah 21 yang menunjukkan tanggal lahir Kartini.

Bulan yang ditunjukkan dengan empat buah lampu dan 18 kuncup paling bawah yang melambangkan tahun 1800.

Sementara itu, ukiran di bagian bawah berjumlah tujuh dan kuncup paling atas sembilan. Keduanya menunjukkan angka 79.

Jika ornamen tersebut digabungkan, maka akan terbentuk 21 April 1879 yang merupakan hari kelahiran RA Kartini.

ilustrasi

Sumur yang berada di depan monumen kondisi dan posisinya masih asli. Meskipun sudah ratusan tahun, sumber air dari sumur sedalam kira-kira 10 meter itu tidak pernah surut.

Selain mengenang RA Kartini, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah pahlawan nasional itu di monumen ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini