Uni Emirat Arab Kaji Pembatasan bagi Warga Belum Divaksin Covid-19

Antara, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 406 2398770 uni-emirat-arab-kaji-pembatasan-bagi-warga-belum-divaksin-covid-19-bPE0EMbFJo.JPG View Kota Dubai, UEA (Foto: Instagram/@zed.photography.zone)

NEGERI kaya minyak, Uni Emirat Arab (UAE) memperingatkan bahwa pihaknya dapat memberlakukan pembatasan bagi mereka yang belum divaksin Covid-19 saat pusat bisnis dan pariwisata kawasan itu mendorong program vaksinasi.

Negara dengan sekitar 9 juta penduduk itu, yang memperluas kampanye vaksinasi hingga di atas usia 16 tahun, telah memvaksin sekitar 65 persen populasi yang memenuhi syarat, demikian disampaikan Otoritas Manajemen Bencana dan Krisis Darurat Nasional (NCEMA).

"Langkah ketat sedang dipertimbangkan untuk membatasi pergerakan orang-orang yang belum divaksin dan untuk menerapkan langkah-langkah antisipasi seperti larangan masuk ke sejumlah tempat dan akses ke sejumlah layanan," kata juru bicara NCEMA, Saif Al Dhaheri.

Baca juga: Arab Saudi Tangguhkan Penerbangan hingga 17 Mei, Warga Gagal Mudik Lebaran

"Keraguan anda saat ini merupakan penghalang tujuan kami, sehingga membahayakan keluarga, orang-orang tersayang anda dan masyarakat," lanjutnya.

Negara Teluk Arab itu melaporkan 1.903 infeksi baru Covid-19 pada Selasa lalu sehingga totalnya menjadi 500.860 kasus, dengan 1.559 kematian.

UAE, yang mewajibkan jaga jarak sosial dan penggunaan masker di depan umum, merupakan salah satu negara dengan program vaksinasi Covid-19 tercepat di dunia.

Abu Dhabi kini akan memberikan dosis vaksin Covid-19 Pfizer- BioNTech selain vaksin asal China Sinopharm, menurut otoritas kesehatan UEA pada Rabu. Sedangkan Dubai telah menyuntikkan vaksin Covid-19 Pfizer serta vaksin buatan AstraZeneca.

(put)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini