Tak Perlu Jauh-Jauh ke Turki, Malang Juga Punya Masjid 'Hagia Sophia'

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 408 2399003 tak-perlu-jauh-jauh-ke-turki-malang-juga-punya-masjid-hagia-sophia-cdISfc4cwg.JPG Masjid Agung Al Hidayah di Malang (Okezone.com/Avirista)

MASJID Agung Al Hidayah berdiri megah di Dusun Donowarih, Desa Karangan, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bangunannya terutama di bagian dalam sangat mirip Hagia Sophia, bekas gereja Katedral terbesar di dunia berusia 1500 tahun yang kini dijadikan masjid.

Jadi, bagi Anda yang ingin merasakan sensasi beribadah di Hagia Sophia, tak perlu jauh-jauh pergi ke Kota Istanbul, Turki, apalagi di masa pandemi. Datang saja ke Masjid Agung Al Hidayah.

Baca juga: Sudah Berdiri 1.500 Tahun, Hagia Sophia Direnovasi dengan Teknik Canggih

Terletak di sisi Jalan Raya Karangan yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kota Batu, Masjid Agung Al Hidayah dari sisi arsitektur begitu indah.

Masjid ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk tempat wudhu dan kamar mandi, lantai dua dan tiga digunakan untuk ruang salat serta kajian-kajian Islam.

Ilustrasi

Saat memasuki Masjid Al Hidayah, anda akan disambut dengan ukiran dan ornamen yang menarik dan layar televisi LED di area bawah bangunan. Kaligrafi-kaligrafi estetik menghiasi dinding dan kubah-kubah masjid.

Desain kubah yang artistik serupa Hagia Sophia bikin siapa saja kagum melihatnya. Tak hanya kubah, jendela, pintu masjid, hingga lampunya pun mirip dengan bangunan kuno peninggalan Kekaisaran Kristiani Bizantium di Istanbul.

Sekretaris Masjid Agung Al Hidayah, Anas Firdaus mengatakan, masjid ini telah empat kali direnovasi sejak dibangun pada masa penjajahan Belanda. Renovasi terakhir dimulai pada 2008 dan bertahan hingga kini.

"Kalau pendiriannya memang belum jelas, yang jelas masjid ini sudah ada sejak zamannya Belanda. Hingga kini sudah empat kali direnovasi, seperti di tahun 2008 yang memerlukan waktu 10 tahun hingga berdiri seperti ini," ujar Anas kepada Okezone, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Masjid Berbentuk Replika Kakbah di Subang Jadi Obat Rindu ke Makkah

Anas mengatakan, arsitek yang merancang desain renovasi Masjid Agung Al Hidayah pada 2008 adalah Thalib. Ia sengaja mendesain Masjid Agung Al Hidayah menyerupai Hagia Sophia.

"Karena dari arsiteknya pak Thalib, kebetulan dia juga seniman, dia ingin membuat masjid yang tidak ada yang menyamai di Malang. Jadi dibuat berbeda, dan insya Allah masjid ini yang hampir mirip seperti Hagia Sophia, ya hanya di sini ini," tuturnya.

Saat renovasi besar-besaran pada 2008, masjid dibongkar total.A walnya masjid ini hanya berupa bangunan dari besek anyaman bambu lalu direnovasi pada 1988 silam.

Barulah pada 2008, pengurus memutuskan menggunakan bata pada struktur bangunan masjid.

"Masjid awal masih berupa besek anyaman bambu, setelah itu diperbaiki lagi menggunakan bata. Setelah tahun 1988, direnovasi terakhir tahun 2008. Jadi tahun 2008 mulai nol, dibongkar total," ucapnya.

"Untuk pembongkarannya tidak secara langsung, jadi bertahap pembongkarannya, selama pembangunannya, tidak pernah tidak digunakan untuk salat, walaupun dalam pembongkarannya tetap digunakan untuk salat," tandasnya.

Dengan renovasi yang memakan waktu sepuluh tahun, 'Hagia Sophia' ini dapat menampung jamaah mencapai 700 orang, di tiga dua lantai bangunan masjid. Keindahan bangunan dan struktur bangunan membuat banyak warga sekedar mampir untuk salat.

Ilustrasi

Warga Kota Malang, Muhammad Aminudin mengakui keindahan arsitektur dan tata bangunan masjid ini. Menurutnya, desain bangunan yang tinggi membuat sirkulasi udara berjalan bagus. Tak perlu menggunakan pendingin ruangan, suasana di dalam masjid sudah sejuk.

"Desainnya juga estetik banyak kaligrafinya di kubah dan langit-langit membuat nyaman beribadah. Apalagi lingkungannya bersih, terutama kamar mandi dan tempat wudhunya bersih, membuat nyaman beribadah," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini