Corona di India Memburuk, Taj Mahal Ditutup hingga 15 Mei

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 406 2399571 corona-di-india-memburuk-taj-mahal-ditutup-hingga-15-mei-kPhNS5bxoN.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KASUS corona di India memburuk. Survei Arkeologi India (ASI) pada hari Kamis memutuskan untuk menutup semua monumen, museum, dan situs yang dilindungi termasuk Taj Mahal, Qutub Minar dan makam Humayun hingga 15 Mei sebagai tindakan pencegahan.

“Karena situasi Covid-19, telah diputuskan untuk menutup semua monumen / situs dan museum yang dilindungi secara terpusat di bawah Survei Arkeologi India dengan segera dan hingga 15 Mei 2021 atau hingga informasi lebih lanjut,” kata NK Pathak, direktur (monumen), ASI yang dilansir Okezone dari New Indian Express.

Penutupan ini termasuk 3.693 monumen dan 50 museum. Di monumen pemujaan seperti Kuil Puri Jagannath dan Kuil Somnath, kegiatan ibadah setiap hari akan dilakukan tetapi tidak akan ada pertemuan publik yang diizinkan.

Selama penutupan, Taj Mahal akan direkonstruksi dan dibersihkan dan harus sudah siap ketika obyek wisata tersebut dibuka kembali untuk wisatawan.

"Selama penutupan, perawatan lumpur akan diterapkan pada kubah utama Taj Mahal sementara konservasi menara di monumen akan dilakukan," kata Vasant Kumar Swarnkar, Arkeolog Pengawas ASI yang dilansir Okezone dari Live Mint.

Baca Juga: Corona Menggila, UEA Larang Penerbangan dari India

“Batu-batu tua seni pietra dura di gerbang kerajaan akan diubah dan akan diberi tampilan baru,” tambahnya.

 taj mahal

Lumpur secara teratur digunakan oleh ASI untuk menghilangkan noda kuning yang muncul selama bertahun-tahun di fasad marmer putih Taj Mahal. Perawatan tersebut dipercaya dapat membantu mengembalikan kilau alami dan warna monumen.

Pejabat senior mengatakan renovasi benteng dinding Benteng Agra juga ada dalam daftar bersama dengan pekerjaan renovasi lainnya dari Gerbang Amar Singh, Diwan-e-Aam, dan Musamman Burj.

India sekarang adalah negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Dengan begitu banyak kasus setiap hari di seluruh negeri, badan-badan pemerintah terus memantau situasi dan membuat perubahan pada pedoman khususnya pada bidang pariwisata.

Di Delhi, ada sekira 170 bangunan bersejarah yang dikelola ASI dan hanya 13 yang harus membayar tiket masuk diantaranya adalah Benteng Merah, Makam Humayun, Qutub Minar, Makam Safdar Jung, Purana Quila, dan Hauz Khas.

Benteng Merah, Qutub Minar, dan Makam Humayun adalah beberapa situs yang paling banyak dikunjungi di kota karena menerima sekitar 10.000 pengunjung setiap hari.

Semua destinasi ini seharusnya akan dibuka kembali pada Juli tetapi ada batasan jumlah pengunjung.

"Telah diamati bahwa orang dalam jumlah besar datang ke situs warisan dan di beberapa situs, menjaga jarak dan protokol kesehatan tidak diikuti oleh para wisatawan," kata seorang pejabat ASI, yang tidak mau disebutkan namanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini