Mudik Dilarang, Nasib Pengoperasian KA Lokal di Jatim Kian Tak Jelas

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 406 2399990 mudik-dilarang-nasib-pengoperasian-ka-lokal-di-jatim-kian-tak-jelas-fGWKtluJjK.JPG KA lokal Penataran menunggu kepastian beroperasi di tengah aturan larangan mudik (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

SEJUMLAH jadwal pengoperasian kereta api (KA) lokal di wilayah KAI DAOP 8 Surabaya belum diketahui nasibnya, pasca-terbitanya larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat pada 6-17 Mei mendatang.

Manager Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi Menteri Perhubungan (Menhub) dan otoritas terkait pengoperasian kereta api lokal.

"Itu yang kami tunggu kan itu, termasuk aturan pada masa pelarangan perjalanan jarak jauh itu. Itu kami masih menunggu termasuk itu (pengoperasian kereta api lokal)," ujar Luqman saat dikonfirmasi Okezone.

Sejauh ini, penghentian operasional kereta api yang dilakukan hanya berlaku pada kereta api jarak jauh dan menengah. Namun untuk perjalanan KA lokal, KA dipastikan belum ada keputusan apapun dari instansi terkait.

"Penjualan tiket KA jarak jauh 6-17 Mei memang enggak ada. Kami sudah setop pemesannya, terakhir perjalanan KA jarak jauh tanggal 5 pagi. Hanya pagi saja, sore enggak ada. Untuk KA lokal kami masih menunggu," tuturnya.

Baca juga: Tiap Hari Selama Ramadhan, 28 Ribu Orang Naik Kereta Api

Namun dikatakan Luqman, pihaknya enggan berasumsi akan ada pelarangan operasional juga bagi KA lokal pada 6-17 Mei nanti.

KA Lokal Nasibnya Terkatung-katung

(Foto: Okezone.com/Avirista)

"Kami tidak mau berandai-andai dulu, yang jelas apapun keputusan pemerintah akan kami patuhi. Saya tidak mau berasumsi. Penjualan tiket KA lokal juga masih kami layani, seminggu sebelum keberangkatan. Kan tanggal 6 Mei masih jauh, ini masih akan di akhir bulan," tuturnya.

Pihaknya pun menegaskan, untuk masa pra-pelarangan mudik yang ditetapkan pemerintah pusat sejak 22 April - 5 Mei 2021, sejumlah perjalanan KA baik jarak jauh dan KA lokal masih beroperasi normal. Hanya masa berlaku tes Covid-19 yang memang dipangkas, misalnya tes swab antigen dari masa berlaku 3x24 jam, menjadi 1x24 jam saja alias H-1 keberangkatan.

"Addendum dari SE Satgas di situ menyebutkan masa berlaku antigen 1x24 jam, mulai hari ini 22 April. Sebagai masa pengetatan pra mudik sebelum pelarangan sampai tanggal 5. Tanggal 6 sampai 17 itu peniadaan mudik, setelahnya pengetatan mudik pasca mudik dan balik. Jadi pengetatan istilahnya yang 22 April-5 Mei, bukan pelarangan," tandasnya.

Sebagai informasi di wilayah KAI DAOP 8 Surabaya terdapat setidaknya 46 KA lokal yang beroperasi, mulai dari KA Penataran, KA Tumapel, KA Dhoho, KA Ekonomi Lokal Bojonegoro, KA Ekonomi lokal relasi Surabaya - Kertosono, KA Komuter Sulam, dan KA Jenggala.

Mayoritas masyarakat di Jawa Timur utamanya di Gerbangkertosusila (Gresik, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan) menggunakan fasilitas layanan KA lokal tersebut. Bahkan PT KAI DAOP 8 Surabaya mencatat penumpang KA lokal mencapai 12.000 penumpang per harinya, yang merupakan mayoritas penumpang kereta api di wilayah KAI DAOP 8 Surabaya.

Baca juga: Catat Nih! Tips Traveling Anti Loyo saat Berpuasa

Pemerintah pusat sendiri melalui Satgas Penanganan Covid-19 pusat telah memberlakukan larangan mudik untuk pencegahan penyebaran Covid-19, yang terbagi dalam tiga tahapan. Hal ini sesuai dengan Addendum Surat Edaran yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 pada 21 April 2021 lalu.

Di mana pada tahapan pertama pada periode 22 April-5 Mei 2021 ini diberlakukan masa pengetatan mudik atau pra larangan mudik. Di mana di periode ini masa berlaku tes swab antigen berlaku maksimal 1x24 jam dari sebelumnya 3x24 jam. Sementara tes Genose dilakukan sebelum keberangkatan.

Selanjutnya periode peniadaan mudik pada 6x17 Mei 2021 dan terakhir masa pengetatan mudik atau pasca-larangan mudik, pada 18-24 Mei. Di mana skema pemberlakuan tes Covid-19 sama dengan masa pra-larangan mudik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini