WN India Eksodus ke Indonesia Pakai KITAS dan KITAP, Apa Bedanya?

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 406 2400043 wn-india-eksodus-ke-indonesia-pakai-kitas-dan-kitap-apa-bedanya-nCWb80TO2z.JPG Aktivitas warga negara India di bandara yang hendak bepergian (Foto: Reuters/Danish Siddiqui)

SEBANYAK 127 warga negara India berbondong-bondong datang ke Indonesia dengan menggunakan pesawat carter. Mereka berbekal Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di balik aksi eksodusnya di tengah badai corona yang menerjang negara mereka.

Warga negara asing asal India ini datang dengan menumpang pesawat carter AirAsia QZ988 pada Rabu, 21 April 2021 malam.

Pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta menyatakan, pihak Imigrasi tak bisa melarang mereka masuk karena para WNA itu masuk mereka memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Lantas apa itu KITAS dan KITAP? Berikut penjelasannya sebagaimana dikutip Okezone dari berbagai sumber.

KITAS

Kitas merupakan singkatan dari Kartu Izin Tinggal Terbatas yaitu berupa kartu izin yang diberikan kepada Warga Negara Asing (WNA) yang akan tinggal di Indonesia untuk beberapa bulan. Jangka waktu tersebut dari 6 bulan, 1 tahun, hingga 2 tahun, dan dapat diperpanjang. Pemegang kartu ini tidak perlu memperpanjang Visa mereka setiap bulan.

Baca juga: Cantiknya Pramugari Dini Qomatopa bak Barbie Hidup

A. Orang yang berhak atas Kitas:

1. Orang Asing yang menikah secara sah dengan warga negara Indonesia

2. Anak dari Orang Asing yang menikah secara sah dengan warga negara Indonesia

3. Anak yang pada saat lahir di Wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas

4. Orang berkewarganegaraan Asing yang masuk Wilayah Indonesia dengan Visa tinggal terbatas atau Orang Asing yang diberikan alih status dari Izin Tinggal kunjungan

5. Nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

6. Kartu Izin Tinggal Terbatas juga dapat diberikan kepada Orang Asing untuk melakukan pekerjaan singkat

Bandara Soekarno-Hatta

(Foto: Okezone.com/Giri)

B. Tenaga Kerja Asing yang dimaksud:

1. Bekerja sebagai tenaga ahli

2. Mengadakan penelitian ilmiah

3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan

4. Melakukan tugas sebagai rohaniawan

5. Wisatawan lanjut usia dari mancanegara

6. Orang Asing eks warganegara Indonesia

7. Orang Asing dalam rangka penanaman modal

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Pramugari Kerap Amati Penumpang dari Rambut hingga Ujung Kaki

8. Menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas

9. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu berkewarganegaraan Indonesia

10. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas atau Kartu Izin Tinggal Tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah

C. Masa berlaku Kitas berakhir jika:

1. Kembali ke negara asalnya dan tidak bermaksud masuk lagi ke Wilayah Indonesia

2. Kembali ke negara asalnya dan tidak kembali lagi melebihi masa berlaku Izin Masuk Kembali yang dimilikinya

3. Memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia

4. Izinnya telah habis masa berlaku nya

5. Izinnya beralih status menjadi Izin Tinggal Tetap

6. Izinnya dibatalkan oleh Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk

7. Dikenakan Deportasi

8. Meninggal dunia

Baca juga: 3 Maskapai Banting Setir Rilis Bisnis Baru, Mulai Kuliner hingga Produk Kecantikan

D. Syarat dan ketentuan mengajukan KITAS:

1. Persyaratan umum (bisa diakses di website Imigrasi)

2. Persyaratan khusus (bisa diakses di website Imigrasi)

3. Ketentuan mengenai persyaratan sebagaimana dimaksud dalam poin 1 dan poin 2 berlaku juga bagi perpanjangan Kartu Izin Tinggal Terbatas

4. Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam poin 1 dan poin 2 untuk perpanjangan Kartu Izin Tinggal Terbatas juga harus melampirkan Kartu Izin Tinggal Terbatas yang lama

5. Permohonan Kartu Izin Tinggal Terbatas diajukan oleh Orang Asing atau Penjamin dengan mengisi formulir permohonan dan melampirkan persyaratan yang telah ditentukan kepada Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk dimana wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing tersebut

6. Permohonan Kartu Izin Tinggal Terbatas bagi Orang Asing yang masuk Wilayah Indonesia dengan Visa tinggal terbatas harus diajukan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak Tanda Masuk diberikan

7. Dalam hal permohonan Kartu Izin Tinggal Terbatas tidak diajukan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dikenakan biaya beban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

8. Perpanjangan Kartu Izin Tinggal Terbatas diberikan oleh Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal orang asing tersebut untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun dan diberikan sebanyak-banyak nya 5 (lima) kali berturut-turut

9. Perpanjangan yang pertama dan kedua dilaksanakan Kepala Kantor Imigrasi setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dalam hal ini Kepala Divisi Keimigrasian

10. Perpanjangan yang ketiga sampai dengan kelima dilaksanakan Kepala Kantor Imigrasi setelah mendapat persetujuan tertulis Direktur Jenderal Imigrasi melalui pertimbangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dalam hal ini Kepala Divisi Keimigrasian

KITAP

Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) ialah kartu yang diberikan kepada Warga Negara Asing (WNA) yang akan tinggal di Indonesia untuk waktu yang lama. Jangka waktu KITAP adalah lima tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang tidak terbatas dengan ketentuan selama izin tinggalnya tidak dibatalkan.

Baca juga: Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19, Maskapai Jual Gorengan hingga Skincare

Mereka yang berhak atas KITAP:

- Orang Asing pemegang izin tinggal terbatas sebagai rohaniawan, pekerja, investor, dan lanjut usia

- Keluarga karena perkawinan campuran

- Suami, istri, dan/atau anak dari Orang Asing pemegang izin tinggal tetap, dan

- Orang asing eks warga negara Indonesia dan eks subjek anak berkewarganegaraan ganda Republik Indonesia

- Izin tinggal tetap bagi orang asing sebagaimana dimaksud pada poin 1 diberikan melalui alih status

Izin tinggal tetap yang diberikan kepada orang asing seperti dimaksud poin 1, bisa juga diberikan kepada:

- Eks subjek anak berkewarganegaraan ganda Republik Indonesia yang memilih kewarganegaraan asing

- Anak yang lahir di Indonesia dari Orang Asing pemegang Izin Tinggal Tetap; dan

- Warga negara Indonesia yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia di wilayah Indonesia

- Izin tinggal tetap bagi orang asing sebagaimana dimaksud pada poin 2 diberikan secara langsung tanpa melalui peralihan status.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini