Curhat Para Ekspatriat yang Terjebak di India Usai Penerbangan Ditutup

Fatha Annisa, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 406 2400989 curhat-para-ekspatriat-yang-terjebak-di-india-usai-penerbangan-ditutup-CshqIwYvJ7.jpg Bandara Delhi, India (newdelhiairport.in)

UNI Emirat Arab (UEA) menutup sementara penerbangan dari India mulai Minggu 25 April 2021 hingga 10 hari ke depan, menyusul melonjaknya kasus COVID-19 di Negeri Bollywood.

Imbas kebijakan ini, sejumlah ekspatriat terjebak di India dan tak bisa kembali ke UEA. Mereka terpaksa menunggu sampai penerbangan dibuka lagi.

Beberapa penduduk UEA ke India untuk liburan tahunan. Ada juga yang pergi menjenguk anggota keluarga yang sakit atau untuk keberluan pekerjaan bank dan properti.

Baca juga: Pengakuan Para Ekspatriat yang Berhasil Keluar India Jelang Ditutupnya Penerbangan

Namun, petugas kesehatan dan orang tua dari anak-anak yang belajar di India telah mengimbau pemerintah UEA untuk membebaskan mereka dari skorsing penerbangan 10 hari, yang dimulai pada Minggu, 25 April.

Vikas Chopra, warga asal India yang sudah 20 tahun tinggal di Dubai, mengatakan putranya yang berusia 15 tahun, Kovid Chopra, seorang siswa sekolah asrama di Kodaikanal, Tamil Nadu, masih terjebak di India.

Sesi dia berakhir pada 27 April dan penerbangannya ke Dubai dikonfirmasi pada 28 April. Semua siswa di sekolahnya telah kembali ke rumah masing-masing, tetapi dia terjebak sekarang.

Chopra mengatakan keluarga besarnya tinggal di Delhi dan mengingat situasi saat ini di ibu kota India, dia tidak ingin mengirim putranya ke sana.

Karena Kodaikanal bukan kota metro, keluarganya juga tidak bisa segera mengatur kepulangannya ke Dubai dalam waktu singkat.

“Untuk saat ini, setelah sekolah tutup, dia bepergian dengan teman sekelasnya ke Bangalore. Dia sudah mendapat persetujuan GDRFA yang berlaku hingga 13 Mei,” kata Chopra seperti dilansir dari Khaleej Times, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Uni Emirat Arab Kaji Pembatasan bagi Warga Belum Divaksin Covid-19

Keluarganya berharap dia bisa segera terbang kembali ke orang tuanya di Dubai.

Raheesh Babu, manajer umum Musafir.com mengatakan kepada Khaleej Times, “Banyak keluarga yang terlantar di rumah, terutama di Kerala. Karena sekolah tutup untuk liburan, mereka (keluarga) melakukan perjalanan untuk liburan dengan harapan bisa kembali pada akhir April. Sekarang, semua yang terdampar berharap semuanya akan kembali normal setelah sepuluh hari. "

Babu mengatakan banyak keluarga tidak dapat kembali dalam waktu dua hari sejak pengumuman larangan.

“Saya seharusnya terbang pada 27 April ke Dubai dari Bangalore dan kembali bekerja keesokan harinya. Namun, dengan semua penerbangan ke UEA ditangguhkan, saya harus menjadwal ulang penerbangan saya ke minggu pertama bulan depan,” kata Dipti Das, seorang analis konten asal India yang bekerja di UEA.

"Saya tidak yakin apakah larangan itu akan dicabut saat itu. Syukurlah, kantor saya telah memberi saya pilihan untuk bekerja dari rumah hingga situasinya kembali normal. Terlepas dari situasi yang mengerikan di rumah, satu-satunya penghilang kesedihan adalah saya tidak kehilangan gaji karena saya bisa bekerja dari sini,” ujarnya.

"Saya hanya berharap semuanya kembali normal dengan cepat," katanya.

ilustrasi

Beberapa petugas kesehatan dari UEA yang saat ini berada di India untuk liburan mereka juga telah meminta pemerintah UEA untuk membebaskan mereka dari penangguhan tersebut.

Susan Koshy, seorang perawat Sharjah yang terbang pulang ke India bersama suami dan putrinya dua minggu lalu sedang mengalami perubahan.

“Ini adalah liburan pertama saya setelah dua tahun. Saya datang menemui orang tua saya yang sakit dan mengurus beberapa urusan keluarga. Saya harus kembali pada minggu kedua bulan Mei. Suamiku bisa bekerja dari rumah, tapi aku tidak bisa,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini