Share

Pelaku Parekraf Yogyakarta Divaksinasi Covid-19, Sandiaga Uno: Larangan Mudik Diperketat

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 26 April 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 406 2401114 pelaku-parekraf-yogyakarta-divaksinasi-covid-19-sandiaga-uno-larangan-mudik-diperketat-wpnZ5uFvoz.jpg Sandiaga Uno tinjau vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta. (Foto: Instagram sandiuno)

PELAKU pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta telah divaksinasi Covid-19 pada Senin (26/4/2021). Walau vaksinasi Covid-19 telah berlangsung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno meminta protokol kesehatan Covid-19 jangan kendor dan jangan nekat mudik Lebaran.

Sandi menyebutkan, kolaborasi secara kolosal menghadirkan vaksinasi 7.500 dan 1.500 untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini dihelat di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

"Ini langkah strategis dalam beberapa pilar yang harus kita lakukan secara berkesinambungan untuk menekan laju Covid-19 dan membangkitkan Ekonomi kita," ujar Sandi.

 sandi

Dia mengatakan, gerak cepat vaksinasi ini di Bali, Jakarta, dan Yogyakarta sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo untuk memprioritaskan vaksinasi bagi daerah-daerah yang sangat terdampak, khususnya ekonomi yang turun karena sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Sambut Wisatawan, Sandiaga Uno Bangun Kereta Gantung di Candi Borobudur

"Pemerintah mengambil kebijakan meniadakan mudik sebagai bagian dari langkah tegas mengantisipasi melonjaknya Covid-19 dalam konteks PPKM Skala Mikro. Ada beberapa kegiatan yang boleh diserahkan ke pemerintah daerah."

"Kami memberikan bantuan jika tempat pariwisata dibuka harus tetap mematuhi protokol kesehatan CHSE. Dibuka atau tidaknya itu adalah wewenang pemerintah daerah sesuai angka Covid-19," tambah Sandi.

Lebih lanjut Sandiaga Uno mengingatkan agar kejadian mudik tahun lalu yang meski ada PSBB, larangan mudik, ada penyekatan tapi lonjakan kasus Covid-19 mencapai 94%.

"Kita tidak ingin hal tersebut terulang kembali. Karena itu dalam pelarangan mudik tahun ini dimonitor secara ketat, kegiatan-kegiatan dalam bingkai PPKM Skala Mikro juga harus dipantau ketat," ujarnya.

Selain itu, kata Sandi, wisatawan asing untuk hari ini tidak diizinkan masuk. Khusus untuk penerbangan India, juga ditutup secara total. Langkah ini diambil untuk memastikan penularan Covid-19 dapat ditekan dan situasinya aman dan terkendali.

"Pariwisata turun luar biasa, tapi Yogyakarta ini okupansi rate nya luar biasa di atas 45% masih lebih tinggi dibandingkan destinasi wisata lainnya. Agar pemulihan ekonomi dan kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif kita bisa kembali," pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini