Turki Lockdown Total Mulai 29 April, Perjalanan Antarkota Harus Seizin Pemerintah

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 406 2401643 turki-lockdown-total-mulai-29-april-perjalanan-antarkota-harus-seizin-pemerintah-SADqJxgDJw.jpg Hagia Sophia di Istanbul, Turki (Anadolu Agency)

TURKI memberlakukan penguncian atau lockdown nasional secara total mulai Kamis 29 April hingga Senin 17 Mei 2021, untuk menekan lonjakan kasus infeksi virus corona dan angka kematian. Semua perjalanan antarkota harus seiizin pemerintah.

Hal itu diumumkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin, menyusul masih tingginya kasus COVID-19 di negara itu.

Melansir Reuters, Selasa (27/4/2021) bahwa Turki mencatat ada 37.312 kasus baru COVID-19 dan 353 kematian dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Liburan ke Turki, Traveler Tak Perlu Divaksin Covid-19

Data kementerian kesehatan menunjukkan, jumlah tersebut turun tajam dari pertengahan April, tetapi masih menjadi jumlah kasus tertinggi keempat di dunia dan yang terburuk berdasarkan per kapita di antara negara-negara besar.

Mengumumkan langkah-langkah baru setelah rapat kabinet, Erdogan mengatakan semua perjalanan antarkota memerlukan persetujuan resmi, semua sekolah akan tutup dan memindahkan pelajaran secara online, dan batas kapasitas yang ketat akan diberlakukan bagi pengguna transportasi umum.

Orang Turki harus tinggal di dalam rumah kecuali untuk perjalanan belanja penting dan perawatan medis yang mendesak. Kelompok tertentu termasuk pekerja layanan darurat dan karyawan di sektor makanan dan manufaktur akan dibebaskan.

Baca juga: Gak Perlu Jauh-Jauh ke Turki, Begini Cara Bikin Baklava untuk Buka Puasa

Pembatasan baru berlaku mulai pukul 16.00 GMT pada Kamis dan akan berakhir pada pukul 02.00 GMT pada 17 Mei nanti.

"Pada saat Eropa memasuki fase pembukaan kembali, kami perlu segera memangkas jumlah kasus kami menjadi di bawah 5.000 agar tidak ketinggalan. Jika tidak, kami pasti akan menghadapi biaya besar di setiap bidang, mulai dari pariwisata hingga perdagangan dan pendidikan," kata Erdogan.

Langkah-langkah itu akan dilaksanakan "dengan cara yang paling ketat untuk memastikan mereka memberikan hasil yang kami cari", katanya.

Dua minggu lalu Turki mengumumkan jam malam mulai jam 7 malam hingga jam 5 pagi pada hari kerja, serta lockdown akhir pekan secara penuh, setelah kasus melonjak ke tingkat rekor. Tetapi langkah-langkah tersebut terbukti tidak cukup untuk mengendalikan pandemi.

Total kasus harian di Turki mencapai puncaknya di atas 63.000 pada 16 April sebelum turun tajam menjadi di bawah 39.000 pada hari Minggu.

Total korban tewas di Turki, sebuah negara berpenduduk 84 juta, mencapai 38.711 pada hari Senin, data kementerian kesehatan menunjukkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini